Saham ASII hingga AMMN Masuk Deretan Terbesar Dijual Investor Asing Sepekan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan IHSG yang volatil pada pekan ini diwarnai dengan aksi jual investor asing sebesar Rp1,36 triliun.

Pergerakan IHSG yang volatil pada pekan ini diwarnai dengan aksi jual investor asing sebesar Rp1,36 triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34 persen ke 6.196,43 poin dalam sepekan terakhir (21-24 Juli 2026). Sempat menguat di awal pekan, indeks tertekan menjelang akhir pekan.

Pergerakan IHSG yang volatil diwarnai dengan aksi jual investor asing. Pelaku pasar dari luar Indonesia itu mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,36 triliun, sehingga mengakumulasi total net sell Rp79,09 triliun sejak awal 2026.

Baca Juga:
Manuver AS Sulit Diprediksi, IHSG Masih Bergerak Konsolidasi

Di deretan teratas, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang dilepas investor asing hingga Rp862,18 miliar. Laporan keuangan semester I-2026 yang positif gagal mengangkat harga saham BMRI sehingga mencatat penurunan 8 persen dalam sepekan.

Di posisi kedua ada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang dilego asing hampir Rp500 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tak luput dari sasaran aksi jual mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Baca Juga:
IHSG Pekan Ini Positif, Menguat 0,34 Persen

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menghadapi tekanan jual asing hingga lebih dari Rp150 miliar. Begitu juga dengan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang juga tertekan oleh aksi jual sehingga menekan harga.

Saham-saham "konglo" seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatat net sell. Kendati demikian, aksi jual itu tidak secara otomatis yang melakukannya adalah investor institusi, terutama passive fund.

Berikut deretan 10 saham dengan net sell terbesar pada pekan ini:

1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) -Rp862,18 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) -Rp497,17 miliar
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -Rp310,48 miliar
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -Rp166,82 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -Rp125,08 miliar
6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) -Rp96,43 miliar
7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) -Rp96,25 miliar
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) -Rp94,73 miliar
9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -Rp68,89 miliar
10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) -Rp64,67 miliar

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhirnya, Anies Baswedan Bakal Punya Kendaraan Politik di Pilpres 2029
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tips Nonton Konser tanpa Ganggu Kesehatan Finansial
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Imigrasi Blora Deportasi Empat WNA, Kerja di Proyek Konstruksi Pakai Visa Prainvestasi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Ungkap Febrie Bukan Tahanan Kejagung Pertama yang Dititipkan di Rutan KPK
• 18 jam laludetik.com
thumb
Yuk! Healing Akhir Pekan di Aryaduta Lippo Village, Brunch Rp269 Ribu Dapat Kuliner hingga Renang
• 14 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.