KAI Berhasil Tekan Intensitas Energi hingga 22 Persen di Tengah Pertumbuhan Jumlah Pelanggan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penurunan intensitas penggunaan energi hingga sekitar 22,05 persen sepanjang 2025 di tengah meningkatnya jumlah pelanggan dan volume angkutan barang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan perusahaan.

Efisiensi Energi Meningkat Seiring Pertumbuhan Layanan

Sepanjang 2025, total penggunaan energi KAI mencapai 10.107.302 gigajoule (GJ), turun 15,39 persen dibandingkan 11.945.467 GJ pada 2024.

Pada periode yang sama, jumlah pelanggan yang menjadi dasar perhitungan intensitas energi meningkat 8,67 persen menjadi 492.657.571 pelanggan, sementara volume angkutan barang naik menjadi 69.571.601 ton.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, "Energi menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan perjalanan kereta api, merawat sarana dan prasarana, serta mendukung fasilitas pelayanan. KAI terus mengelolanya secara terukur agar peningkatan layanan dapat berjalan dengan konsumsi energi yang semakin efisien."

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, intensitas energi per pelanggan turun dari 0,0263 GJ menjadi 0,0205 GJ per pelanggan atau sekitar 22,05 persen.

Intensitas energi pada layanan angkutan barang juga menurun 15,82 persen, sedangkan intensitas energi terhadap pendapatan turun 14,57 persen.

Anne mengungkapkan, "Data intensitas memberi gambaran mengenai hubungan antara energi yang digunakan dengan skala layanan yang dihasilkan. Semakin rendah intensitasnya, semakin efisien energi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan, mengelola layanan barang, dan mendukung aktivitas bisnis perusahaan."

KAI Perluas Penggunaan Energi Terbarukan dan Bahan Bakar B40

Konsumsi energi KAI pada 2025 masih didominasi Biosolar B40/B35 sebanyak 255.047,87 kiloliter, namun jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain menggunakan pasokan listrik dari PLN, KAI juga memanfaatkan energi baru terbarukan dari pembangkit listrik tenaga surya di sejumlah fasilitas operasional.

Pada 2025, KAI mulai mengimplementasikan bahan bakar B40 untuk operasional kereta api melalui uji coba pada lokomotif angkutan barang relasi Jakarta–Surabaya dan genset KA Bogowonto.

Perusahaan juga membangun fasilitas pencampuran dan pengisian B40 di Cipinang, Arjawinangun, Lempuyangan, Cepu, dan Pasar Turi serta mulai menyiapkan pengujian B50 yang diterapkan secara bertahap sejak Juli 2026.

Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara volume angkutan barang mencapai 32.498.043 ton.

"Pertumbuhan pelanggan dan besarnya volume barang perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang semakin baik. KAI mengarahkan efisiensi energi agar perjalanan tetap andal, kapasitas layanan terjaga, dan dampak lingkungan dapat dikelola secara bertahap," ujar Anne.

Anne menambahkan, "Efisiensi energi akan terus menjadi bagian dari evaluasi operasional KAI. Dengan skala pelayanan yang semakin besar, pengelolaan energi perlu dijalankan secara disiplin, berbasis data, dan terhubung dengan agenda keberlanjutan perusahaan."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Mesin Otomotif Terapan UNM Merancang Bangun Trainer Sepeda Motor Listrik
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Mantan Penyidik KPK Desak Kejagung Segera Tahan Tersangka Febrie Adriansyah
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Shin Tae-yong Bantah Dijatuhi Hukuman 10 Tahun, Tegaskan Fokus Melatih Persija
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
8 Event Jakarta Akhir Pekan 25-26 Juli 2026, Wardah Circuit hingga Festival Kuliner
• 19 jam laludisway.id
thumb
PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Rp54.400 Per Kg Hari Ini, Telur Ayam Rp29.600 Per Kg
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.