Jember Luncurkan Home Care, Dokter Datangi Pasien Hingga ke Rumah

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jember: Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan program home care untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga, khususnya bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Program ini diprioritaskan bagi warga tidak mampu, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pasien penyakit kronis, dan anak yang mengalami stunting.

Peluncuran program dilakukan pada Jumat 24 Juli 2026, dengan menyiapkan 50 mobil home care serta melibatkan 1.200 tenaga kesehatan yang akan melayani masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program tersebut lahir dari keinginan agar warga miskin memiliki akses layanan kesehatan layaknya dokter keluarga.

"Kami di Jember ini lagi bermimpi bahwa warga yang tidak mampu yang miskin punya dokter keluarga dan dokter pribadi," ujar Fawait dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 25 Juli 2026. 

Menurutnya, banyak warga jatuh miskin akibat menderita penyakit berkepanjangan sehingga pemerintah perlu hadir memberikan pendampingan.

"Ada orang miskin yang awalnya tidak miskin jadi miskin karena dia sakit berkepanjangan. Nah di situlah pemerintah harus hadir supaya mereka bisa keluar dari kemiskinan," katanya.

Selain layanan kesehatan, keluarga penerima manfaat juga akan mendapatkan bantuan sembako.

"Kami melihat bahwa mereka ini selain kesehatan mereka juga punya kesulitan transportasi dan kesulitan untuk makan. Makanya dalam home care beberapa kali kita akan berikan keluarganya paket sembako. Tentu itu tidak menyelesaikan masalah, tapi paling tidak pemerintah daerah hadir untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu," jelasnya.

Baca Juga :

Kekeringan di Jember Meluas, PMI Gencarkan Distribusi Bantuan Air Bersih
Fawait menambahkan, layanan home care tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan dasar. Tenaga kesehatan juga akan menentukan apakah pasien memerlukan konsultasi melalui telemedicine atau harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

"Pertama adalah pemberian pelayanan dasar. Kemudian nanti nakes yang akan memutuskan apakah perlu telemedicine dengan dokter umum atau dokter spesialis di rumah sakit pemerintah daerah. Kalau bahkan perlu rujuk, dia akan dibawa ke puskesmas atau ke rumah sakit," ujarnya.

Untuk menjangkau daerah yang sulit diakses kendaraan roda empat, Pemkab Jember juga menyiapkan pengembangan layanan menggunakan sepeda motor. Pada tahap awal, program ini ditargetkan melayani 20 ribu hingga 50 ribu kepala keluarga.

Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut model layanan home care di Jember berpotensi menjadi percontohan nasional.

"Home care untuk 2,6 juta orang sampai melibatkan seluruh tenaga medis. Bayangkan punya 5.000 tenaga kesehatan, 1.200 dipakai buat kegiatan home care. Artinya hampir 25 persen. Itu luar biasa, enggak pernah terjadi di Indonesia itu," kata Benjamin.

Selain meluncurkan program home care, Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya percepatan penanganan tuberkulosis (TB). Pemerintah saat ini menjalankan pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan X-ray di 53.335 lokasi, termasuk 228 titik di Kabupaten Jember, untuk memperkuat deteksi dini kasus TB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar Hukum Sebut Sarwendah Berpotensi Terancam Pidana Jika Terbukti Lakukan Eksploitasi Anak
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Kebakaran Pabrik di Jombang, 6 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kobaran Api
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Timnas Indonesia tak remehkan Kamboja di laga perdana Piala AFF
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Sudaryono Sidak SPPG Sehari Usai Dilantik, MBG Watch: Pergantian Kepala BGN Belum Tentu Berdampak
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
AdaKami Bangun Akses Air Bersih-Sanitasi Layak untuk Warga di Lampung Selatan
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.