JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menerapkan tes komputer dan peningkatan standar soal akademik hingga setara olimpiade.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar mengatakan, kemampuan menguasai teknologi kini menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap calon anggota Polri, baik pada jenjang tamtama, bintara, maupun taruna Akpol.
"Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer," kata Anwar dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Taruna Akmil-Akpol Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Selama MPLS, Ini yang Akan Diajarkan
Hal itu disampaikan Anwar saat pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).
Menurut Anwar, penerapan tes komputer bertujuan memastikan para peserta memiliki kemampuan dasar mengoperasikan perangkat digital sehingga siap menghadapi tuntutan tugas kepolisian yang semakin mengandalkan teknologi.
"Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya," ungkapnya.
Ia menambahkan, penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi anggota Polri di masa depan.
"Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan," nilai Anwar.
Baca juga: Gus Ipul Ungkap Tugas Taruna Akmil-Akpol di Sekolah Rakyat sebagai Kakak Asuh
Selain tes komputer, Polri juga meningkatkan kualitas materi ujian akademik. Menurut Anwar, soal-soal yang diujikan kini dirancang dengan standar setara olimpiade dan tidak lagi berfokus pada kemampuan menghafal.
"Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,” ujar dia.
Anwar menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan," kata Anwar.
Baca juga: Akui Kerap Terima WA Titipan dalam Rekrutmen Akpol, Kapolri: Mohon Maaf Tidak Bisa Bantu
Tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang.
Sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti tahapan akhir seleksi tersebut, yang terdiri dari 365 calon taruna dan 39 calon taruni.
Seluruh peserta sebelumnya telah melewati serangkaian seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




