Surabaya: Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebut dirinya dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Pelatih Persija Jakarta itu membantah informasi tersebut dan menegaskan hukuman yang diterimanya tidak seperti yang beredar di publik.
Meskipun enggan membeberkan seluruh detail perkara yang menjeratnya, Shin Tae-yong mengaku ada sejumlah hal yang tidak berjalan adil selama proses tersebut.
Mantan arsitek Timnas Indonesia itu juga mengaku sebenarnya ingin menjelaskan seluruh persoalan kepada publik, tetapi Shin memutuskan untuk menahan diri.
Baca Juga :
Kronologi dan Sanksi KFA untuk STY Buntut Isu Kekerasan Terhadap Pemain
"Saya sebenarnya ingin jujur, ingin mengatakan semuanya. Namun saya tak akan melakukannya. Ada hal-hal yang tidak adil menurut saya. Sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya akan menerima semuanya," kata Shin Tae-yong, Sabtu, 25 Juli 2026.
Polemik yang terjadi di Korea Selatan dipastikan tidak akan memengaruhi komitmen Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu ingin tetap fokus dan berkonsentrasi untuk membawa Persija meraih hasil terbaik.
Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta. Foto: Tangkapan layar YouTube Persija.




