MPR Dukung Peran Strategis Lembaga Keagamaan dalam Perkuat Persatuan NKRI

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pimpinan Badan Penganggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ajbar menghadiri Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XXI Gereja Toraja Mamasa (GTM) di Klasis Balla Sattoko, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kehadirannya dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran strategis lembaga keagamaan dalam memperkuat persatuan, membangun karakter bangsa, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajang Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM diikuti para pendeta, majelis gereja, utusan jemaat, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja Mamasa.

Forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi pelayanan gereja, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memperkuat peran gereja dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia menegaskan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan merupakan dua hal yang saling menguatkan dalam membangun Indonesia yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

"Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang diajarkan gereja sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga keagamaan dan MPR RI perlu terus diperkuat demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

MPR RI menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan tersebut mengangkat pentingnya implementasi Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, Ajbar mengajak seluruh peserta Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM untuk terus menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog, toleransi, serta semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Sarasehan Kebangsaan berlangsung secara interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Dialog yang berkembang menunjukkan komitmen bersama untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat.

MPR RI berharap kolaborasi dengan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Toraja Mamasa, dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, mempererat persatuan, serta membangun masyarakat Indonesia yang religius, toleran, dan berkarakter.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Monza pinjam Ricardo Mangas dari Sporting 
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Aktivitas Hemat yang Bisa Membuat Akhir Pekan Lebih Menyenangkan
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Banjir Diskon, Transmart Full Day Sale Kembali Hadir di Akhir Pekan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bandung Zoo Ditargetkan Kembali Beroperasi pada Libur Akhir Tahun 2026
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Perda 4 Tahun 2026, Pemilik Kos/Kontrakan Surabaya Wajib Lapor Data Penghuni Maksimal 7 Hari
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.