Pantau - Konsulat RI di Vanimo, Papua Nugini, masih menelusuri laporan resmi dari otoritas setempat terkait insiden penembakan terhadap kapal nelayan asal Merauke yang mengakibatkan nahkoda kapal mengalami luka.
Konsul RI di Vanimo, Aleksander Tangkuman, mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu laporan lengkap dari otoritas di Daru, ibu kota Provinsi Western, untuk mengetahui kronologi utuh insiden tersebut.
"Laporan resmi tersebut diharapkan dapat menjelaskan kronologi lengkap kejadian," ungkap Aleksander Tangkuman.
Menunggu Penjelasan OtoritasAleksander menjelaskan laporan resmi itu juga diharapkan memuat dugaan pelanggaran yang dilakukan kapal beserta anak buah kapal (ABK), apabila memang terdapat pelanggaran.
Ia menegaskan laporan tersebut diperlukan sebagai dasar untuk memperoleh informasi lengkap mengenai penanganan insiden yang melibatkan kapal nelayan asal Merauke.
Konsulat RI juga berharap otoritas Provinsi Western segera menyampaikan laporan resmi agar pihaknya dapat mengetahui kondisi seluruh ABK serta memperoleh penjelasan mengenai dasar tindakan yang dilakukan terhadap kapal tersebut.
Nahkoda Dirawat, ABK Belum Dapat DitemuiNahkoda kapal, Ma'arifuddin Dhuhri, saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daru dengan kondisi yang dilaporkan stabil.
Aleksander Tangkuman telah menjenguk Ma'arifuddin Dhuhri pada Selasa, 21 Juli.
Waktu kunjungan yang diberikan oleh otoritas setempat berlangsung terbatas sehingga pembicaraan dengan korban tidak dapat dilakukan dalam waktu lama.
Hingga saat ini, Konsulat RI belum memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan seluruh ABK karena mereka masih berada di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Daru.
Konsulat RI menegaskan masih menunggu laporan resmi dari otoritas setempat sebagai dasar untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kondisi ABK dan penanganan insiden penembakan kapal nelayan asal Merauke tersebut.




