JAKARTA, iNews.id - Seluruh penumpang speedboat hilang kontak di Teluk Tomini telah ditemukan dalam kondisi selamat, Sabtu (25/7/2026). Sementara dari dua anak buah kapal (ABK), satu orang masih dinyatakan hilang yakni nakhoda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo Heriyanto mengatakan speedboat wisata tersebut tenggelam di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Jumat (24/7/2026) pukul 15.40 WITA.
Kapal itu mengangkut 11 wisatawan asing dan dua ABK yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa pada pukul 07.30 WITA dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.00 WITA.
Namun hingga sore hari, kapal tidak kunjung tiba di tujuan. Pemandu wisata kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Gorontalo.
"Seluruh penumpang WNA berjumlah 11 orang sudah dievakuasi dengan selamat dan sekarang posisinya berada di resort yang ada di Tojo Una-Una," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Daftar Identitas 12 Korban Selamat Speedboat di Teluk Tomini:Baca Juga:Pengacara Sebut Jokowi Siap Hadiri Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Bakal Tunjukkan Ijazah Asli?1. Arif (awak kapal)2. Milan Kasik3. Rani Permentier4. Mathijs Sercu5. Jelka Van Driesum6. Hinke Van Deer7. Roeland Van Driesum8. Age Van Driesum9. Matthias Prange10. Celine Josette Menguy11. Hector Fabio Prange12. Ronny Josue Prange
Korban hilang1. Ferdiansyah (nakhoda kapal)
Sementara itu, nahkoda kapal bernama Ferdiansyah hingga kini masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Menurut Heriyanto, cuaca buruk menjadi penyebab speedboat mengalami patah sebelum akhirnya tenggelam di Perairan Teluk Tomini.
"Menurut informasi yang kami dapatkan tadi bahwa terjadi cuaca buruk sehingga menyebabkan kapal yang ditumpangi para wisatawan tersebut mengalami patah, dan para korban menyelamatkan diri di rakit yang ada di sekitar area terjadinya kecelakaan tersebut," katanya.
Dia menjelaskan, saat proses penyelamatan berlangsung, nahkoda diduga terpisah dari rombongan karena jarak pandang yang terbatas akibat cuaca buruk.
Baca Juga:Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 1.600 Warga Berebut Bantuan Air Bersih"Satu orang masih hilang karena pada waktu mereka melaksanakan evakuasi di rakit, yang satu orang ini hilang karena pandangannya agak kabut, sehingga tidak terlihat bahwa posisi yang nahkoda ini masih di kapalnya," ucapnya.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Palu, Polairud, Pos Lanal Marisa, hingga tim penyelam dari resort setempat.
Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama menggunakan Kapal Negara KAL Limboto dengan area pencarian sekitar 200 nautical mile persegi. Tim kedua menggunakan RIB 03 Basarnas menyisir area seluas 50 nautical mile persegi, sedangkan tim ketiga menggunakan speedboat milik resort dengan cakupan pencarian 50 nautical mile persegi.
Heriyanto mengatakan proses pencarian sempat terkendala cuaca dengan gelombang laut mencapai 1 hingga 1,5 meter disertai angin kencang.
#sulut




