PALU, KOMPAS.TV — Tim penyelamat menemukan 11 turis Eropa dan seorang awak kapal lokal yang hilang setelah perahu cepat mereka hancur dan tenggelam dalam cuaca buruk di lepas teluk di Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah.
Namun demikian, hingga Sabtu (25/7/2026), kapten kapal tersebut masih hilang dan terus dicari oleh tim penyelamat.
Kapal tersebut berangkat dari resor selam di Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (24/7/2026) pagi menuju Pelabuhan Marisa di Provinsi Gorontalo.
“Namun kapal itu gagal tiba di tempat tujuan sesuai jadwal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Provinsi Gorontalo Heriyanto seperti dikutip dari The Associated Press.
“Seorang pemandu wisata lokal melaporkan hilangnya kapal tersebut ke kantor pencarian dan penyelamatan pada pukul 15.40 pada hari Jumat, yang segera memicu operasi pencarian,” kata Heriyanto.
Baca Juga: Proses Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Selayar Masih Dilakukan, 18 Orang Masih Hilang
“Kekhawatiran muncul ketika perahu cepat mereka belum tiba pada sore hari. Kami segera meluncurkan misi pencarian semalaman,” ucapnya.
Lima warga negara Belanda, tiga warga negara Jerman, seorang pria Ceko, seorang pria Belgia, seorang wanita Prancis, dan dua awak kapal Indonesia berada di kapal tersebut.
Hingga kini belum ada komentar dari kedutaan besar negara-negara asal turis tersebut.
Heriyanto mengatakan puluhan orang dikerahkan dalam operasi pencarian yang mencakup sekitar 300 mil laut persegi di perairan sepanjang dan sekitar Teluk Tomini, yang merupakan destinasi wisata bahari terkenal. Sebuah drone pencitraan termal dan peralatan selam juga digunakan dalam pencarian.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- kapal tenggelam
- sulawesi tengah
- Tojo Unauna
- WN asing korban kapal tenggelam





