Bernardo Tavares arsitek Persebaya Surabaya memastikan timnya akan memanfaatkan kuota delapan pergantian pemain selama Piala Presiden 2026.
Strategi tersebut diterapkan untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mengevaluasi seluruh anggota skuad sebelum mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Menurut Tavares, turnamen pramusim menjadi salah satu target penting bagi Persebaya. Namun, ia menegaskan target tersebut tidak boleh dibayar dengan risiko cedera pemain yang lebih tinggi.
“Ini adalah salah satu target kami. Kami tidak ingin ada pemain yang mengalami cedera. Karena itulah kami akan melakukan banyak pergantian pemain,” kata Tavares dalam konferensi pers di Surabaya pada Sabtu (25/7/2026).
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, kebijakan rotasi juga dipengaruhi oleh kondisi lapangan pertandingan. Ia berharap kualitas lapangan kandang Persebaya dapat kembali seperti musim lalu setelah proses pembaruan selesai.
“Musim lalu, menurut saya kami memiliki lapangan terbaik di liga. Sekarang lapangan sedang diganti. Saya berharap setelah Piala Presiden kondisinya bisa kembali seperti sebelumnya karena lapangan yang bagus akan memudahkan tim memainkan sepak bola yang berkualitas,” ujarnya.
Selain menjaga kebugaran pemain, Tavares menilai regulasi delapan pergantian pemain memberikan kesempatan kepada tim pelatih untuk melihat kemampuan seluruh pemain dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
“Karena itu kami ingin memanfaatkan delapan pergantian pemain. Ini bukan hanya soal kondisi fisik, tetapi juga untuk melihat pemain lain. Dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, susunan sebelas pemain pertama bisa saja berubah,” katanya.
Tavares menegaskan, tidak ada pemain yang otomatis menjadi pilihan utama sepanjang musim. Kesempatan tampil akan ditentukan berdasarkan performa yang ditunjukkan, baik saat latihan maupun ketika dipercaya bermain dalam pertandingan.
“Kami harus melihat apa yang dilakukan pemain saat latihan dan pertandingan ketika mereka mendapat kesempatan. Jika tidak menunjukkan performa yang baik, mungkin pemain yang sama akan terus bermain. Saya berharap tidak demikian karena kami ingin memiliki persaingan yang sehat di dalam tim,” ucapnya.
Menurut Tavares, kompetisi internal yang sehat menjadi modal penting bagi Persebaya untuk menghadapi lawan-lawan kuat sepanjang musim, termasuk Persija Jakarta di Piala Presiden 2026.
“Kami ingin bersaing melawan tim-tim kuat seperti Persija dan tim lainnya. Yang terpenting, kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, kemudian menikmati pertandingan karena sepak bola pada dasarnya adalah tentang menikmati permainan,” pungkasnya. (saf/faz)




