Leg Kedua SEA V Cup 2026 Punya Juara Baru, Pelatih Vietnam Buka Peta Kekuatan Thailand

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Leg kedua SEA V Cup 2026 akan memiliki juara baru. Setelah leg pertama dimenangkan oleh Kamboja, kini giliran Vietnam dan Thailand yang bersaing menjadi terbaik di Asia Tenggara. 

Vietnam lolos ke babak final setelah mengalahkan Timnas Voli Indonesia dengan skor 3-1 (22-25, 25-22, 25-19, 25-18) di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 

Sementara itu, Thailand lebih dahulu menyegel babak final setelah menang straight set 3-0 (25-18, 25-19, 25-18) dari Kamboja di venue yang sama. 

Pelatih Vietnam, Federico Rampazzo memastikan kesiapan Vietnam untuk menatap babak final melawan Thailand, Minggu (26/7/2026). 

"Saya percaya kami siap, para pemain sudah siap melawan Thailand dan setiap pertemuan kami terus berkembang. Pendapat saya, mereka adalah tim yang kuat, sangat disiplin dengan pertahanan yang solid dan organisasi yang sangat baik," kata Federico Rampazzo usai laga.

Optimisme pelatih asal Italia ini muncul setelah kemenangan dari Timnas Voli Indonesia. Ketika melawan tim kuat seperti dua negara ini, Federico Rampazzo mengaku pemainnya justru ingin meraih kemenangan. 

"Mudahnya, kami hanya memainkan voli terbaik yang bisa kami lakukan. Ketika kami berbicara soal tim kuat, Thailand tentu salah satunya, sama seperti Indonesia. Sejujurnya, saya tak bisa membayangkan hasil di laga final nanti," katanya. 

Salah satu yang berkembang adalah mental pemain yang semakin matang. Menurutnya, dengan psikologis kuat, tim bisa tetap fokus sepanjang laga. 

Tak hanya melihat kekuatan Thailand, Federico Rampazzo mengaku ada sosok kuat di balik skuad Gajah Putih, sang pelatih Park Ki-won. 

Rampazzo mengakui Park Ki-won adalah kitab sucinya para pelatih voli dengan karir panjang pelatih Korea Selatan tersebut. 

"Kalian juga harus ingat bahwa merekaa dilatih oleh seseorang yang sudah melatih jauh sebelum saya bermain voli, Park Ki Won pertama kali melatih di Italia pada 1979 dan saya lahir 1974, dia adalah kakeknya semua pelatih voli di dunia, dia adalah kitab sucinya pelatih voli," katanya tertawa.

Dengan pencapaian ini, Federico Rampazzo meminta tim untuk mencatatkan final yang menarik untuk disaksikan. 

"Ini akan menjadi final yang luar biasa, level voli di Asia ini jauh di atas ekspektasi saya. Saya baru tiba di sini dan saya merasakan persaudaraan yang kental," katanya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] KPK Bicara soal Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK hingga Tak Pakai Rompi Tahanan
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Hanya Tekan Kantong Konsumen, Begini Dampak Pelemahan Rupiah pada Sektor Lainnya
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Marketplace Ubah Cara UMKM Seafood Muara Angke Berjualan, Pasar Kini Makin Luas
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kapolri Hadiri Kapolri Cup Shooting Championship 2026 di Mako Brimob
• 18 jam laludetik.com
thumb
3 Kasus Begal Terbaru di Jakarta Selatan, Driver Ojol hingga Pejalan Kaki Jadi Sasaran
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.