Stasiun Bekasi akan diperluas dengan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Nantinya, stasiun tersebut akan terhubung dengan kawasan Summarecon Bekasi, kawasan TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan pembangunan stasiun tersebut memang ditujukan untuk membangun kawasan berbasis transit.
“Harapannya menjadi kawasan yang semakin produktif mendukung mobilitas, kemudahan aktivitas masyarakat, dan pengembangannya sesuai dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) Indonesia,” kata AHY dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (25/7).
Adapun proses groundbreaking pembangunan stasiun tersebut sudah dilakukan pada Jumat (24/7) lalu, proyek dikerjakan oleh PT Summarecon Agung Tbk. Setelah pembangunan stasiun, pengembangan kawasan bakal dilanjutkan dengan pembangunan jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer (km) yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi, kawasan TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek.
Secara teknis, Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge.
“Masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang, karena Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani para penumpang yang berasal dari arah barat dan selatan, dan Stasiun Bekasi yang saat ini sudah ada, akan lebih banyak melayani masyarakat dari arah Utara dan Timur,” kata President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi.
Summarecon telah membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang sekitar satu kilometer yang melintasi jalur kereta api. Fly over tersebut ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi.





