VIVA –Fiktor Harefa, satpam proyek MRT Jakarta yang sempat viral setelah menegur oknum anggota polisi yang melanggar lalu lintas di Bundaran HI bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Momen pertemuan ini diabadikan Dedi Mulyadi di akun Instagram miliknya, Sabtu 25 Juli 2026.
"Fiktor Harefa, yang menegur oknum apparat kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI. Menabrak rambu lalu lintas, tanda lampu merah sehingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang nyebrang," kata Dedi Mulyadi dikutip Minggu 26 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Fiktor yang saat ini bertugas sebagai security di proyek MRT Jakarta akan pindah pekerjaan sebagai petugas keamanan di Bandung, Jawa Barat. Dedi Mulyadi menjelaskan, Fiktor nantinya akan bertugas menjaga kawasan Gedung Sate yang saat ini sedang menjalani proyek penataan area halaman.
"Sengaja datang bertemu saya hari ini untuk ingin pindah kerja sebagai security. Jadi rencananya InsyaAllah nanti pindah kerjanya menjadi security di Bandung. Nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan areal halaman Gedung Sate," kata dia.
Sementara itu, terkait oknum polisi yang diketahui merupakan anggota Polda Jawa Barat, Dedi Mulyadi meyakini kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan.
"Saya yakin jajaran Polda Jabar akan bersikap tegas kepada anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Kita juga sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," kata dia.
Kronologi KejadianBerdasarkan keterangan Fiktor Harefa, insiden tersebut terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 WIB saat waktu istirahat. Ketika itu, ia hendak melakukan patroli proyek MRT di sisi Hotel Pullman.
Fiktor mengatakan, saat itu ia bersama sejumlah pejalan kaki lainnya sedang menunggu lampu lalu lintas di penyeberangan dekat Halte Bundaran HI. Namun, ketika lampu hijau untuk pejalan kaki menyala, sebuah mobil berwarna hitam justru melaju menerobos. Fiktor kemudian refleks menegur pengemudi mobil tersebut yang belakangan diketahui merupakan anggota Polda Jawa Barat.





