RedTalks 2026, Kader Muda PDI Perjuangan Jatim Serap Aspirasi Mahasiswa

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Malang -

Acara RedTalks 2026 'Nasionalisme Tanpa Batas Generasi' yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama detikcom di Malang Creative Center berjalan sukses.

Wakil Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital PDI Perjuangan Jawa Timur, Qintharra Ulya Yassifa menyebut RedTalks adalah tempat anak muda mencurahkan berbagai kegelisahan dalam urusan politik dan kebijakan pemerintah.

"Menurut saya RedTalks ini adalah acara yang mengakomodir dan mendengar suara serta kritik dari teman-teman pemuda. Ini adalah satu ikhtiar dari PDIP untuk menjembatani aspirasi anak muda," kata Qintharra, Sabtu (25/7/2026).

Qintharra menyebut berbagai kegiatan telah disiapkan PDIP. Selain melibatkan anak muda, kegiatan itu juga untuk mewadahi aspirasi anak muda.

"Yang pasti adalah bagaimana partisipasi anak-anak muda, ya. Kebetulan yang paling dekat banget adalah Soekarno Cup. Jadi Soekarno Cup ini juga kita mencari talenta-talenta, khususnya sepak bola muda, juga berpartisipasi di dalam acara sepakbola Soekarno Cup," bebernya.

"Ke depannya juga nanti akan ada RedTalks di berbagai daerah, juga ada Red Corner untuk pengembangan UMKM dari teman-teman dalam bentuk desain, baju, merchandise, dan segala macamnya," lanjutnya.

Baca juga: Kader PDIP Jatim Jawab Tantangan soal Keterlibatan Anak Muda dalam Politik

Qintharra memastikan apa yang dilakukan PDIP saat ini dalam mewadahi berbagai aspirasi anak muda akan konsiten dilakukan ke depannya.

"Kita mengakomodir teman-teman anak-anak muda yang punya desain kreatif, kita akomodir di Koperasi Mega Bhakti, kita jual juga sebagai bentuk ikhtiar kami dalam UMKM juga," terangnya.

Menurut Qintharra, keterlibatan anak muda dalam politik tidak cukup diukur dari banyaknya figur muda yang tampil di ruang publik. Yang lebih penting adalah sejauh mana mereka diberi kesempatan menyampaikan gagasan dan ikut menentukan arah kebijakan.

"Pertanyaannya sederhana, apakah anak muda hari ini benar-benar didengar dan dilibatkan?" ujarnya.

Ia menilai masih banyak anak muda yang memandang politik secara skeptis karena merasa hanya dijadikan pelengkap representasi. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan konsep tokenisme yang diperkenalkan sosiolog Rosabeth Moss Kanter dalam buku Men and Women of the Corporation (1977), yakni ketika kelompok tertentu hanya dijadikan simbol keberagaman tanpa memiliki peran substantif dalam pengambilan keputusan.

"Banyak anak muda hanya dijadikan token. Mereka ada, tetapi tidak benar-benar dilibatkan," katanya.

Qintharra menegaskan pendekatan semacam itu tidak diterapkan PDI Perjuangan. Regenerasi kepemimpinan, menurutnya, dibangun melalui keterlibatan nyata kader muda dalam struktur organisasi partai.

Baca juga: Menakar Arah Nasionalisme dan Peran Anak Muda di Era Digital

Karena itu, kader muda diberi kesempatan mengemban tanggung jawab sebagai pengurus mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

"Anak muda di PDI Perjuangan tidak hanya hadir sebagai pelengkap. Mereka dilibatkan di seluruh tingkatan organisasi," tegasnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan RedTalks yang dirancang sebagai ruang dialog bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, kritik, keresahan, dan harapan terhadap arah kebangsaan maupun politik.

"Hari ini kami menggelar RedTalks karena ingin mendengar sekaligus mengulik gagasan mereka. Kami ingin mengetahui apa yang menjadi keresahan, kritik, dan harapan anak muda," ujarnya.

Ia menambahkan, penyediaan ruang dialog merupakan bagian dari fungsi pendidikan politik yang menjadi tanggung jawab partai politik sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011.

"Bagi kami, pendidikan politik bukùan hanya menyampaikan materi kepada masyarakat. Pendidikan politik juga berarti membuka ruang dialog agar masyarakat, terutama generasi muda, dapat menyampaikan pandangan dan ikut membangun arah kebijakan," pungkasnya.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Surabaya, Puti Guntur: Ini Tragedi Rakyat Indonesia
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Polemik Paket Seragam Sekolah Seharga Rp950 Ribu di SDN Tanah Baru 3, Begini Penjelasan Disdik Depok
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Febrie Adriansyah Tersangka TPPU, Pakar Ingatkan Soal Hubungan Aset dan Kejahatan Asal
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
RedTalks PDIP Jatim Dorong Generasi Muda Ambil Peran Lebih Besar di Politik
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.