Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan Ditutup

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah massa memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Mereka melakukan unjuk rasa menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menuntut kekerasan di Gaza dihentikan.

Sejak pagi hari, peserta aksi sudah memadati lokasi dengan mengenakan berbagai atribut bercorak bendera Palestina. Mereka juga tampak mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia secara berdampingan sebagai simbol solidaritas terhadap perjuangan rakyat Gaza.

Semakin matahari meninggi, jumlah massa yang hadir terus bertambah. Selain membawa bendera, mereka juga mengangkat sejumlah poster berisi pesan dukungan untuk Palestina.

Beberapa di antaranya bertuliskan “Gugat Penjahat Kemanusiaan” dan “Forgive Us Gaza”. Sebuah panggung juga didirikan di tengah lokasi aksi sebagai tempat orasi.

Karena adanya aksi ini, Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Gambir menuju Patung Kuda maupun sebaliknya ditutup.

Aksi tersebut mengusung tajuk “Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam”. Melalui aksi itu, massa menyerukan agar kekerasan yang masih terjadi di Gaza segera dihentikan serta mendorong dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Kita ingin membuktikan bahwa indonesia tidak pernah diam, walau banyak negara-negara yang diam, tapi Indonesia tidak diam,” kata salah satu orator dari atas panggung.

Sementara itu, Aktivis Kemanusiaan Muhammad Husein Gaza mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk tuntutan kepada dunia internasional sekaligus pemerintah Indonesia agar mengambil langkah nyata terhadap situasi kemanusiaan di Palestina.

Ia menilai kekerasan terhadap warga Palestina masih terus berlangsung sehingga aksi solidaritas harus terus dilakukan.

“Genosida, ternyata belum berhenti. Pembantaian masih terjadi, maka aksi kita akan terus terjadi, akan terus berjalan. Takbir! Allahu Akbar! Saudara-saudaraku yang hadir pada pagi hari ini. Betapa ini sebuah kebanggaan bagi Indonesia dan dunia. Kalian adalah sisa-sisa kehormatan. Yang masih berjuang berdiri tegak. Di mana mayoritas kita sudah mulai lelah, mulai lesu, mulai bosan berjuang,” tutur Husein.

Husein kemudian mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menyuarakan perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki tugas untuk terus mendoakan dan menyampaikan kondisi yang terjadi di Gaza.

“Dan hari ini, berbangga lah karena kalian, karena kita, menjadi bagian dari orang-orang yang sedikit itu. Saya menyampaikan duka dari Gaza, saya menyampaikan kabar dari Gaza. Bukan untuk agar kita hari ini, menumpahkan air mata kita. Tahan! Tahan air mata kalian, jangan ditumpahkan di sini. Tumpahkanlah di sepertiga malam. Menangislah, menangislah akan kelemahan kita,” kata dia.

Husein juga mengajak masyarakat memaknai perjuangan Palestina tidak hanya melalui keberangkatan ke Gaza, tetapi juga melalui peran masing-masing di Indonesia.

Husein menegaskan ukuran keberhasilan aksi bukan terletak pada jumlah peserta maupun besaran donasi yang terkumpul, melainkan pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan menjaga kepedulian terhadap Palestina.

“Maka dari itu saya ingatkan lagi, barometer kesuksesan kita, dalam aksi hari ini, bukan seberapa banyak yang hadir. Bukan seberapa banyak donasi yang terkumpul,” katanya.

Ia juga menyebut perjuangan membela Palestina harus dimulai dari memperkuat kehidupan beragama di lingkungan sekitar.

“Maka tidak akan pernah kita bebaskan Masjidil Aqsha, kalau kita gagal, membebaskan masjid-masjid di sekitar kita, dari kekosongan dan kesunyian. Maka dari itu saya tegaskan lagi, bahwa, bukti keseriusan kita memperjuangkan Baitul Maqdis, bukanlah ketika kita datang dengan aksi seperti ini,” ucap Husein.

“Tapi ketika kaki kita melangkah setiap salat lima waktu, memenuhi masjid-masjid di sekitar kita, maka itu adalah puncak tertinggi sebuah perjuangan untuk Baitul Maqdis,” pungkas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Norris terkejut kalahkan duo Ferrari demi pole GP Hungaria
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
“Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi”: Engkong Salim Ikon Betawi dari Jagakarsa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Layanan TASPEN Kian Dekat, Kanal Resmi Makin Lengkap dan Mudah Diakses
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
APSKI Gelar Rakernas III, Jadi Momen Satukan Akademisi, Pemerintah, dan Industri Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Indonesia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Ini yang Bikin KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.