GORONTALO, DISWAY.ID-- Insiden menegangkan terjadi di perairan Teluk Tomini, Gorontalo, setelah speedboat SB. Mister Un (GT 2) dilaporkan hilang kontak dan tenggelam.
Beruntung, kerja cepat Tim SAR gabungan berhasil membuahkan hasil manis dengan menyelamatkan 12 orang korban dari total 13 orang yang ada di dalam manifes kapal.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan bahwa seluruh korban selamat yang di antaranya adalah 11 Warga Negara Asing (WNA) telah dievakuasi dengan selamat.
- Evakuasi Awal: Dibawa ke Resort Sanctum, Una-Una.
- Penanganan Medis: Dirujuk ke RSUD Ampana untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan.
BACA JUGA:Diumbar Alasannya, Persija Pinjamkan Kiper Cyrus Margono ke Klub Super League Lain
Cuaca Ekstrem dan Mati Mesin Jadi Pemicu
Berdasarkan kronologi, speedboat milik PT. Farmaz Jaya Abadi ini awalnya bertolak dari Pelabuhan Una-Una menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7) pukul 07.30 WITA.
Namun, pelayaran yang harusnya berjalan mulus mendadak berubah mencekam ketika kapal mengalami kendala teknis mati mesin.
Situasi semakin runyam akibat terjangan cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini yang membuat kapal akhirnya tenggelam.
Badai malam hari yang ekstrem bahkan sempat memaksa Tim SAR menunda operasi penyelamatan demi keamanan personel sebelum akhirnya dilanjutkan secara masif pada Sabtu (25/7) pagi.
Meski mayoritas penumpang telah ditemukan dalam kondisi selamat, misi kemanusiaan ini belum usai. Saat ini, fokus utama Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, dan SROP Ampana diarahkan untuk menemukan satu orang awak kapal yang belum ditemukan.
BACA JUGA:Shin Tae-yong Ungkit Nasib Eks Timnas Korsel dan Jepang Jelang Duel Persija Vs Persebaya
Korban tersisa yang tengah dalam pencarian intensif adalah nakhoda kapal atas nama Ferdiansyah.
"Kami memantau secara berkala jalannya operasi SAR dan memastikan upaya pencarian nakhoda dilakukan secara optimal bersama seluruh unsur yang terlibat," tegas Masyhud.
Pihak UPP Kelas III Ampana juga telah mendirikan Posko Penanganan khusus di lokasi guna memantau perkembangan evakuasi secara berkala.





