Dongeng Bersama Komdigi di FHA 2026: Kisah Lala yang Kebanyakan Main Gadget

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan di kumparanMOM Festival Hari Anak (FHA) 2026. Bertempat di Panggung Bambala pada hari pertama FHA, Sabtu (25/7), sesi ini mengajak anak dan orang tua belajar tentang pentingnya menggunakan gadget secara bijak melalui sebuah cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi yang dipandu Pemimpin Redaksi kumparanMOM, Dhini Hidayati, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, membacakan buku cerita "Ketika Lala Bermain Gadget" karya Tria Ayu dari seri Cerita Anak Jagoan.

Dongeng tersebut berkisah tentang Lala yang terlalu asyik bermain gadget hingga lupa waktu. Bahkan, ia bersembunyi di gudang agar bisa terus memainkan game favoritnya. Setelah disadarkan oleh keluarganya bahwa penggunaan gadget berlebihan tidak baik, Lala mulai mengurangi waktu bermain gadget dan memilih aktivitas lain, seperti bermain lompat tali di luar rumah.

Menurut Fifi, kisah Lala mencerminkan kondisi yang banyak ditemui di keluarga saat ini. Ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi penggunaannya perlu didampingi dan diatur oleh orang tua.

"Anak-anak tetap membutuhkan kesempatan untuk berbicara dengan orang tua dan bermain bersama. Mudah-mudahan melalui peringatan Hari Anak ini, kita semakin menyadari pentingnya hubungan anak dengan keluarga," ujar Fifi.

Senada dengan itu, Dhini mengatakan, anak sebenarnya tidak harus dilarang menggunakan gadget sepenuhnya. Yang terpenting adalah pendampingan dari orang tua sehingga waktu menggunakan gadget tetap seimbang dengan aktivitas lain yang dapat mempererat hubungan keluarga.

Fifi juga mengingatkan pentingnya membatasi durasi penggunaan gadget agar tidak menimbulkan kecanduan. Ia menjelaskan, penggunaan gadget selama lebih dari 1-2 jam terus-menerus berpotensi memicu adiksi, yang pada akhirnya dapat mengganggu konsentrasi anak.

Selain membatasi waktu layar, orang tua juga perlu menyediakan alternatif kegiatan yang menyenangkan. Mulai dari membaca buku, bermain permainan tradisional, board game, memasak bersama, hingga melakukan berbagai aktivitas yang menciptakan pengalaman langsung bersama keluarga.

"Pengalaman yang dilakukan bersama orang tua akan menjadi core memory yang berharga bagi anak. Mudah-mudahan itu menjadi bekal agar anak tumbuh lebih percaya diri dan tangguh di masa depan," tutur Fifi.

Dalam kesempatan tersebut, Fifi turut mengingatkan bahwa anak sebaiknya belum menggunakan media sosial hingga berusia 16 tahun. Menurutnya, menciptakan pengalaman digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama, baik orang tua, sekolah, maupun berbagai pihak lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dititipkan, Ini Kata KPK
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PERADI Prof Ajak Masyarakat Meneladani Syekh Yusuf Al-Makassari lewat Haul Akbar
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Reidel Toiran masih godok komposisi pemain untuk Asian Games 2026
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
[FULL] Mantan Wakil Ketua KPK dan Komisi III Bahas Peluang Tersangka Lain Kasus TPPU Febrie
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Lewat Pemberdayaan BRI, UMKM Asal Demak Ini Sukses Naik Kelas
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.