Dharmendra Pradhan Menteri Pendidikan India mengundurkan diri dari jabatannya, di tengah gelombang protes nasional yang dimotori para pelajar dan partai oposisi, menyusul skandal kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran. Demikian laporan Hindustan Times, Sabtu (25/7/2026), yang dikutip Antara.
Awal pekan ini, Abhijeet Dipke, pemimpin sekaligus pendiri kelompok politik satir Cockroach Janta Party (Partai Kecoak), menegaskan bahwa aksi unjuk rasa akan terus berlanjut di seluruh penjuru negeri hingga Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya.
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan tak terhindarkan dalam gelombang protes yang semula berlangsung damai tersebut. Mengutip laporan The Times of India, kerusuhan ini mengakibatkan sekitar 130 petugas kepolisian dan 65 pengunjuk rasa mengalami luka-luka.
Hindustan Times melaporkan bahwa pihak kepolisian sempat menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa. Tindakan tersebut diambil setelah sejumlah orang diduga merusak pos polisi di pintu masuk lokasi demonstrasi yang berada di kawasan Tolstoy Marg, New Delhi.
Guna merespons krisis yang terus memanas, Narendra Modi Perdana Menteri (PM) India pada pekan ini menyatakan bahwa pemerintah telah membentuk pengadilan khusus untuk mempercepat proses penyelesaian perkara (fast-track courts), guna menyelidiki kasus kebocoran soal ujian tersebut secara menyeluruh.
Sebagai catatan, Cockroach Party merupakan gerakan politik satir yang baru diluncurkan pada Mei 2026. Gerakan ini dengan cepat menarik jutaan pengikut di media sosial, sekaligus mendapat dukungan dari kalangan politisi oposisi pemerintah dan aktivis. Akun Instagram partai satir tersebut kini tercatat memiliki lebih dari 20 juta pengikut, bahkan melampaui akun resmi partai pemerintahan yang berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP), yang hanya memiliki sekitar 9 juta pengikut.
Abhijeet Dipke diketahui baru saja kembali dari Amerika Serikat pada awal Juni untuk memimpin langsung aksi protes di New Delhi, guna menuntut reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di India. Menurut Hindustan Times, Dipke yang kini berusia 30 tahun sebelumnya sempat pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh studi pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts.
Akibat polemik kebocoran soal ini, lebih dari 10 juta siswa disebut terancam masa depan pendidikannya, bahkan sebagian di antaranya dilaporkan kehilangan nyawa. The Indian Express melaporkan bahwa skandal tersebut membuat hasil ujian masuk kedokteran (National Eligibility Entrance Test/NEET) yang digelar pada Mei 2026 akhirnya dibatalkan. Pembatalan ini memicu keresahan luas di kalangan masyarakat, bahkan dua siswa dilaporkan mengakhiri hidupnya akibat tekanan yang dialami.(ant/iss)




