Royal Dinner UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita
Royal Dinner UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak Sahkan RUU Masyarakat AdatNasional | sindonews | Minggu, 26 Juli 2026 - 08:46Dengarkan Berita

Sultan Ternate ke-49, Hidayat M. Syah, mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat. Desakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Royal Dinner yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, yang dihadiri para raja, sultan, pemangku adat, akademisi, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara yang berlangsung dengan nuansa budaya Nusantara tersebut, para tokoh kerajaan dan pemangku adat juga menandatangani Piagam Salatiga sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dalam sambutannya, Hidayat yang juga anggota DPD RI menegaskan bahwa negara perlu memberikan pengakuan dan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat adat melalui pengesahan RUU Masyarakat Adat yang hingga kini belum juga disahkan.

Baca Juga: Komisi III DPR: Pengesahan RUU Masyarakat Adat Amanat Konstitusi

Baca Juga:Polri Mutasi 1.121 Personel, Ada Kapolda hingga Wakapolda

"Jangan lupa itu! Memang saya emosional berbicara soal adat. Karena saya orang yang berteriak di sana, di DPD RI, tentang RUU Masyarakat Adat. Saya pansus-nya! Dan kedua, RUU Daerah Kepulauan, yang 14 tahun juga ditahan oleh DPR RI," kata Hidayat, Minggu (26/7/2026).Ia mengaku telah berulang kali mempertanyakan alasan mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat kepada para pimpinan partai politik. "Saya datangkan ketua-ketua partai umum. 'Kenapa Anda menahan RUU Masyarakat Adat? Apa yang ditakutkan oleh kerajaan? Bukankah kerajaan yang membentuk Republik?'" ujarnya.

Hidayat juga menyoroti belum rampungnya pembahasan RUU Daerah Kepulauan yang menurutnya telah tertunda selama belasan tahun. Menurut dia, kedua regulasi tersebut sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat adat serta daerah kepulauan.

Dalam pidatonya, Sultan Ternate ke-49 itu mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kerajaan-kerajaan Nusantara yang secara sukarela bergabung membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga:Kombes Putu Kholis Aryana Dirotasi Jadi Kapolres Metro Bekasi Kota

"Jangan lupa, kerajaan yang membentuk Republik! Ingat itu! Sekali lagi saya nyatakan di sini, kerajaan-kerajaan Nusantara yang membentuk Republik atas kerelaan para raja untuk bergabung dengan Soekarno," tegasnya.

Ia menambahkan, para raja memiliki kontribusi besar dalam proses pembentukan Indonesia sebagai negara merdeka sehingga keberadaan masyarakat adat dan kerajaan patut memperoleh perhatian negara melalui kebijakan yang berpihak.

Royal Dinner UKSW diawali dengan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara. Sebagai penutup, digelar Festival Putri Keraton yang diikuti para putri kerajaan dan permaisuri dari berbagai kesultanan di Indonesia sebagai simbol pelestarian budaya dan komitmen menjaga kearifan lokal bagi generasi mendatang.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satpol PP Surabaya Amankan Pemilik Lapak Barang Bekas Tempat 2 Kursi Logo Pemkot Ditemukan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenkes Luruskan Data HIV Sidoarjo: Kasus Ditemukan Naik karena Skrining Makin Luas
• 1 jam laludisway.id
thumb
Waspada, Sejumlah Wilayah Sumatera Utara Berpotensi Hujan pada Minggu
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
IPDN Wisuda 1.404 Mahasiswa, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan di Bidang Pemerintahan
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.