Asri Welas: Kebaya Tak Kuno, Tetap Bisa Tampil Stylish dan Kekinian

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Asri Welas mengaku memiliki kedekatan yang sangat erat dengan kebaya sejak masih kecil. Aktris berusia 47 tahun itu bahkan sudah mengenakan kebaya sejak usianya baru 2 tahun karena aktif menjadi penari tradisional.

Selama 11 tahun menjadi penari di Swastha Guspita, Asri mengaku mempelajari berbagai jenis kebaya dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa setiap kebaya memiliki makna dan identitas yang berbeda.

“Jadi aku kenal kebaya dari usiaku 2 tahun karena saya menjadi penari dari 2 tahun. Sebelas tahun saya menjadi penari profesional di Swastha Guspita. Jadi saya belajar banyak motif-motif daerah, kebudayaan kebaya kita di atas panggung,” ujar Asri Welas dalam konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Karena itulah, Asri merasa sangat dekat dengan karakter Madame Yati yang ia perankan di film Jalan Pulang. Menurutnya, karakter tersebut sama-sama ingin menjaga dan mewariskan kebaya kepada generasi berikutnya.

Asri juga mengungkapkan bahwa kebaya milik sang ibu memiliki tempat yang sangat spesial di hidupnya. Bahkan, kebaya yang dikenakan ibunya saat menikah sempat ia pakai kembali ketika menjalani prosesi lamaran.

“Kebaya ibuku menikah aku jadikan kebaya lamaranku. Jadi semua tentang kebaya itu dari eyangku, semua kebaya eyangku aku pakai lagi. Karena modelnya, desainnya, sama ceritanya begitu dekat sama kita,” tutur Asri.

Ia mengaku masih menyimpan kebaya-kebaya tersebut hingga sekarang. Meski tak memiliki anak perempuan, Asri berharap koleksi kebaya keluarganya kelak bisa diwariskan kepada para menantunya.

Selain memiliki nilai sentimental, Asri juga menilai kebaya tetap relevan dikenakan oleh anak muda saat ini. Menurutnya, kebaya bisa dipadukan dengan berbagai item fashion modern tanpa menghilangkan nilai budayanya.

Ia bahkan mengaku terkesan saat melihat penata busana Hagai Pakan memadukan kebaya dengan celana jeans dan kemeja dalam film Jalan Pulang.

“Ternyata kebayanya bisa disatukan sama celana jeans, pakai kemeja, tapi itu ternyata keren juga. Memang kekinian dipadukan dengan kekunoan menjadi sesuatu yang catchy, trendy, serta fashionable,” katanya.

Bagi Asri, anggapan bahwa kebaya merupakan pakaian kuno sudah tidak lagi relevan. Ia berharap film Jalan Pulang dapat mengubah pandangan generasi muda terhadap kebaya.

“Keren banget pakai kebaya. Kebaya itu bukan kekunoan, tapi kekinian,” tutup Asri.

Film pendek Jalan Pulang merupakan karya terbaru Bakti Budaya Djarum Foundation dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional. Film garapan sutradara Bramsky itu turut dibintangi Sheila Dara, Widyawati, Sharon Shantika, dan akan tayang mulai 24 Juli 2026 di kanal YouTube Indonesia Kaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Presiden 2026 libatkan 100 UMKM lokal di Bandung dan Surabaya
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Asap Tebal Tutupi Tol Pejagan: Dari Kebakaran Lahan, Pengendara Sempat Berhenti
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Febri Diansyah: Aktifis Anti Korupsi, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
• 17 jam lalunarasi.tv
thumb
Marvel Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider Baru, Film Tayang 2028
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siapa Pelaku Dibalik Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol? Muncul Dugaan Terkait Vandalisme
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.