HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Tingginya kasus penyakit gigi dan mulut yang masih ditemukan di wilayah Kelurahan Macorawalie mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin menghadirkan program Gercep (Gerakan Cegah Gigi Berlubang pada Anak Sekolah) sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Program kerja individu ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 1 Macorawalie, UPT SD Negeri 4 Macorawalie, UPT SD Negeri 7 Macorawalie, dan MI Muhammadiyah Macorawalie dengan sasaran siswa kelas III dan IV. Pemilihan kelompok sasaran tersebut didasarkan pada usia anak yang dinilai tepat untuk mulai membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Melalui pembiasaan sejak dini, diharapkan perilaku hidup sehat dapat terus diterapkan hingga dewasa sehingga risiko terjadinya gigi berlubang maupun penyakit gigi lainnya dapat diminimalkan.
Program Gercep lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN-PK. Berdasarkan data dari Puskesmas setempat, kasus penyakit gigi seperti pulpitis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah Kelurahan Macorawalie. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan lebih awal melalui peningkatan pengetahuan serta pembentukan perilaku hidup sehat pada anak usia sekolah. Selain itu, lingkungan sekolah dipandang sebagai tempat yang strategis untuk menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dan memperoleh pendampingan langsung dari guru.
Melalui program ini, siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penyebab gigi berlubang, kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko karies, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegahnya melalui penerapan pola hidup sehat. Materi juga membahas pentingnya membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, membiasakan menyikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Penyampaian materi dikemas menggunakan pendekatan yang interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga proses belajar berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami.
Selain penyampaian materi, siswa diajak mengikuti demonstrasi dan praktik menyikat gigi menggunakan model gigi sebagai media pembelajaran. Pendekatan praktik dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode tersebut, siswa dapat mempelajari urutan menyikat gigi, arah gerakan sikat gigi, serta bagian-bagian gigi yang sering terlewat saat menyikat gigi. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan kuis interaktif yang mendorong siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas penyampaian materi sekaligus menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Selain itu, mahasiswa juga menyerahkan leaflet edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada guru di masing-masing sekolah sebagai media pendukung pembelajaran. Leaflet tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru untuk terus mengingatkan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga pesan-pesan kesehatan yang telah diberikan dapat berlanjut meskipun program KKN-PK telah berakhir.
Program Gercep diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. “Harapannya, anak-anak dapat membiasakan diri menjaga kesehatan gigi sejak dini agar terhindar dari gigi berlubang,” ujar Juvitasari, Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.
Melalui pelaksanaan Gercep, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat serta mampu membentuk kebiasaan menyikat gigi dengan benar sejak usia dini. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PK Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui kolaborasi bersama sekolah. Dengan keterlibatan guru, siswa, dan pihak sekolah, diharapkan budaya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih peduli terhadap kesehatan diri, dan bebas dari gigi berlubang. (*)





