Sempat Turun, Harga Telur dan Daging Ayam di Jakarta Mulai Beranjak Naik

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga telur dan daging ayam terpantau mulai beranjak naik. Harga komoditas pangan ini sempat anjlok memasuki musim libur sekolah.

Salah satunya terpantau di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Di pasar tersebut, harga telur ayam terpantau berada pada level Rp 27.000 per kg. Jamaludin (18) yang merupakan pedagang telur di sana mengungkap kenaikan sudah terjadi sekitar lima hari.

“Normal, sebelumnya Rp 24.000 sampai Rp 25.000, sudah lima harian (naik),” kata Jamaludin kepada kumparan, Minggu (26/7).

Selain Jamaludin, Bagus (24) yang juga khusus berdagang telur mengungkap kini harga telur mulai normal. Adapun pada saat anjlok beberapa waktu lalu, harga telur mencapai Rp 23.000 per kg.

“Rp 27.000 per kg, kemarin sampai Rp 23.000 per kg, mulai Jumat kemarin si. Enggak tau (karena apa sebabnya),” ujar Bagus.

Di samping itu, harga daging ayam yang juga sempat anjlok tercatat sudah mengalami kenaikan. Ana (55) yang merupakan seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Kramat Jati menjelaskan bahwa kini harga ayam memang berangsur normal usai sempat anjlok ke Rp 25.000 per kg.

“Naik, udah ada 5 hari (naik), kemarin Rp 25.000 per kg, sekarang (jual) Rp 35.000 per kg,” ujarnya.

Selain harga ayam dan telur, kumparan juga mendapati temuan soal adanya penurunan harga beberapa komoditas yakni cabai rawit merah, cabai keriting merah, bawang putih dan bawang merah. Adapun di Pasar Kramat Jati, harga cabai rawit dan cabai keriting merah dijual pada harga yang sama di kisaran Rp 40.000 per kg.

“Sekarang agak turun sih, cabai rawit Rp 40.000 per Kg, keriting sama. Bawang putih kating Rp 45.000 per Kg, bawang merah Rp 40.000 per Kg. Sudah 3 hari ini, tadinya bisa Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per Kg,” kata Adi (43), salah satu pedagang di sana.

Bergeser ke Jakarta Selatan, kumparan juga mendatangi Pasar Tebet Timur (PSPT). Di sana, harga telur juga tercatat mulai naik dan dijual di kisaran Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg.

“Ya lumayan udah ada kenaikan dikit, sekarang Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg. Kemarin (pas anjlok) sempat Rp 24.000, Rp 23.000 per kg. Dari Senin mulai sekolah sudah mulai naik lagi,” ujar Arif (39) yang merupakan salah satu pedagang telur di PSPT.

Tren serupa juga terjadi pada harga daging ayam. Usai sempat anjlok, Erna (50) yang merupakan pedagang ayam di sana menjelaskan kini harga daging ayam sudah mulai kembali naik ke level Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per ekor.

“Modalnya Rp 40.000 per ekor (sekarang), pas anjlok Rp 30.000, Rp 28.000 modalnya. Rp 10.000 (naiknya), mulai masuk sekolah (naik lagi),” kata Erna.

Selain dua komoditas itu, harga cabai hingga bawang turun seperti di Pasar Kramat Jati. Di sana, baik cabai rawit merah, cabai keriting merah, bawang merah dan bawang putih dijual di kisaran Rp 60.000 per kg.

“Tadi rawit merah bisa Rp 120.000 per kg dulu, turun ke Rp 80.000 per kg, turun lagi Rp 70.000 per kg, baru kemarin itu turun (ke) Rp 60.000 per kg. Kalau keriting tadinya Rp 80.000 per kg sekarang Rp 60.000 per kg, sudah 3 harian lah (turun),” kata Lina (41).

Pada Mei lalu, harga telur memang sempat anjlok di pasaran. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional menyebut hal itu karena ada praktik permainan harga di tingkat perantara atau middleman serta adanya lonjakan produksi nasional yang melampaui kebutuhan.

Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa ketersediaan telur di tahun 2026 memang sangat tinggi.

Kementerian Pertanian juga sudah menetapkan harga telur ayam ras Rp 24 ribu per kilogram (kg), lalu harga live bird (ayam pedaging hidup) ditetapkan sebesar Rp 19.500 per kg di tingkat peternak. Ketentuan ini akan berlaku mulai 15 Juli 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam gelaran rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementan, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor perunggasan pada Senin (6/6).

Di tingkat peternak, harga telur ayam juga sudah mengalami kenaikan. Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya membeberkan kini harga telur di tingkat peternak mengalami kenaikan sebesar 5 persen. Pertumbuhan positif harga di tingkat peternak unggas mulai dirasakan secara gradual.

Anggota Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya, Parjuni, menuturkan saat ini sudah ada kenaikan harga meskipun masih belum mencapai Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat peternak Rp 24.000 per kg.

"Kemarin itu harganya (telur) Rp 17.000 sampai Rp 18.000. Sampai dengan hari ini di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Jadi memang ada growth naik. (Dahulu) itu kan ada program stunting. Barangkali nanti bisa dibikin pola yang sama. Jadi konsepnya (dibahas) sekarang, September aplikasi. Itu saya kira nanti akan mengatasi," kata Parjuni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Persib vs Arema: Maung Bandung Raih Tiga Poin Perdana Usai Tumbangkan Arema
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Jemaah Meninggal Usai Pengajian di Bogor, Polisi Tepis karena Desak-desakan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi, Polisi Ungkap Penyebabnya
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Sering Menghambat Potensi Anak
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
DIY Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional Dokter Spesialis Hati dan Gastro
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.