AS Kecam Kekerasan di Tepi Barat, Serangan Israel dan Pemukim Jadi Sorotan

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan semua pihak, termasuk Israel, di Tepi Barat seiring meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyampaikan pernyataan itu saat dimintai tanggapan mengenai meningkatnya serangan Israel di Tepi Barat serta perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menggelar operasi militer berskala besar di desa-desa Palestina.

"Kami mengecam kekerasan oleh pihak mana pun di Tepi Barat," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Ia menambahkan, Washington terus menjalin komunikasi dengan para mitra regional guna menjaga stabilitas dan keamanan di Tepi Barat.

"Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel dan sejalan dengan target pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan," katanya, seperti dikutip TRT World, Minggu, 26 Juli 2026.

Sementara itu, kelompok pemukim Israel kembali menyerbu Kota Tell di utara Tepi Barat untuk hari kedua berturut-turut pada Sabtu (25/7). Menurut pejabat setempat, para pemukim mendirikan bangunan prefabrikasi dan meratakan lahan milik warga Palestina.

Insiden itu terjadi sehari setelah kelompok pemukim, yang disebut didampingi pasukan militer Israel, menyerang Kota Tell di dekat Nablus. Berdasarkan laporan sumber-sumber Palestina, serangan tersebut menewaskan empat warga Palestina dan melukai empat lainnya.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan insiden tersebut menambah jumlah korban tewas di Tepi Barat sejak awal 2026 menjadi 86 orang. Dari jumlah itu, 65 orang dilaporkan tewas akibat tindakan pasukan Israel, sementara 21 lainnya meninggal dalam serangan yang dikaitkan dengan para pemukim Israel.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras serangan tersebut dan menuduh adanya koordinasi antara pasukan Israel dan para pemukim dalam aksi kekerasan di Tepi Barat.

Pemerintah Palestina juga mendesak masyarakat internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan serangan serta memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina.

Menurut data resmi pemerintah Palestina, sejak perang di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 1.185 warga Palestina tewas dan 3.816 lainnya terluka dalam berbagai operasi militer Israel maupun serangan pemukim di Tepi Barat. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Israel Berencana Bangun 763 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbau Tak Ada Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Meninggal di Rusun ASN, Jenazah Jubir Otorita IKN Diterbangkan ke Jakarta
• 15 jam laludetik.com
thumb
Hilirisasi Dinilai Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Global
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPBD Sukoharjo salurkan bantuan air bersih
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Mobil Tabrak Kerumunan di Parade Berlin Gay Pride: 1 Tewas, 15 Luka
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.