HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Anggota Komisi D DPRD Sulsel dari Fraksi Partai NasDem, Yosia Rinto Kadang, mendampingi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman groundbreaking rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Balombong di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Rehabilitasi di Balombong merupakan bagian dari Paket 4 Multiyears Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Khusus untuk proyek DI Balombong, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,6 miliar dari total nilai Paket 4 MYP sebesar Rp120 miliar.
Melalui rehabilitasi ini, kapasitas layanan irigasi yang selama ini hanya berfungsi sekitar 16 persen akan ditingkatkan menjadi 80 persen, sehingga mampu melayani sekitar 800 hektare lahan pertanian.
Selain meningkatkan cakupan layanan, proyek ini juga akan mengubah status DI Balombong menjadi irigasi teknis, yang diharapkan mampu menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan bagi para petani.
Yosia Rinto Kadang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan infrastruktur pertanian di Toraja Utara.
“Rehabilitasi Daerah Irigasi Balombong merupakan kabar baik bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan meningkatnya fungsi irigasi, produktivitas pertanian akan semakin baik dan kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat,” ujar Yosia.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan irigasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.
Dengan berfungsinya DI Balombong sebagai irigasi teknis, pemerintah menargetkan petani dapat meningkatkan intensitas tanam hingga dua kali panen dalam setahun, sehingga hasil produksi pertanian di Kabupaten Toraja Utara dapat meningkat secara signifikan.
Groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya pembangunan yang diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi ratusan hektare lahan pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian yang lebih produktif.





