Samota Disiapkan Jadi KEK, Magnet Investasi Baru di Indonesia Timur

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menarget Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur. Kini, Samota memang masuk dalam pengusulan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, Samota tidak hanya ditujukan untuk menjadi destinasi baru, melainkan juga harus menjadi kawasan investasi yang menarik utamanya untuk investasi jangka panjang.

"Usulan pengembangan KEK Samota harus kita tempatkan dalam konteks yang lebih luas. Kawasan ini harus mampu menjadi instrumen untuk mengoptimalkan keunggulan kawasan sekaligus mendukung arah kebijakan investasi nasional yang memberikan perhatian pada sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik," kata Todotua dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Samota perlu didukung kesiapan ekosistem investasi untuk menjadi KEK. Mulai dari kepastian lahan, infrastruktur, hingga keberadaan investor yang siap merealisasikan investasinya.

Ia juga melihat Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki posisi yang semakin strategis dalam peta investasi nasional. Hal itu tercermin dari realisasi investasi NTB periode 2021 hingga Triwulan II Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sementara khusus untuk sektor pariwisata, realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun.

Sebagai kawasan investasi baru, Todotua juga menilai Kabupaten Sumbawa memiliki modal yang kuat. Salah satunya terkait lokasinya yang berada di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Dengan posisi tersebut, lokasi Sumbawa dinilai strategis sebagai simpul logistik dan distribusi regional yang menghubungkan kawasan Indonesia bagian barat dan timur.

"Pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah memastikan bahwa kawasan tersebut layak secara ekonomi dan finansial, memiliki kepastian lahan, mempunyai rencana bisnis yang jelas, didukung infrastruktur yang memadai, serta memiliki investor yang siap merealisasikan investasinya," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Upaya Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Ide Lomba HUT RI ke-81 untuk Balita, Tetap Aman dan Bermanfaat Melatih Motorik Anak
• 34 menit lalugrid.id
thumb
BKPM Dorong Pengembangan KEK Samota di Sumbawa, Jadi Magnet Investasi Baru
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Putra Kenang Sosok Jubir OIKN Troy Pantouw, Berharap Basuki Hadiri Pelepasan Jenazah
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.