REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Laporan terbaru The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bagaimana Iran menggunakan rudal berbiaya murah tetapi akurat dan berdaya hancur tinggi untuk menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam laporan yang dirilis awal pekan ini, WSJ menyebut rudal Kheibar Shekan kini menjadi elemen kunci dari strategi Iran yang tangguh. Rudal ini menghadirkan ancaman berkelanjutan bagi pasukan AS beserta sekutu-sekutunya di kawasan.
Baca Juga
Dinsos Sebut Karawang Jadi Magnet Gelandangan dan Pengemis dari Luar Daerah
Haedar Nashir: Pelecehan Seksual di Kampus Yogya Cederai Moral di Lingkungan Pendidikan
Musim Kemarau Picu Kebakaran Hutan di Kawasan Perbukitan Menuju Bromo
Laporan tersebut menggambarkan Kheibar Shekan sebagai "kuda pengangkut beban" (workhorse) dalam persenjataan Iran. Rudal ini mampu mengangkut hulu ledak sambil bermanuver lincah untuk menghindari sistem pertahanan udara musuh.
Berbahan bakar padat dengan jangkauan menengah, rudal balistik ini dilengkapi sistem pemandu satelit dengan daya jelajah minimal 900 mil (sekitar 1.450 km). Desain bahan bakar padat memungkinkan peluncuran dilakukan secara cepat dari unit peluncur bergerak (mobile launcher).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Keunggulan desain Kheibar Shekan dinilai sangat signifikan dibandingkan model lama berbasis bahan bakar cair yang membutuhkan proses pengisian lama. Hal ini membuatnya jauh lebih sulit dideteksi maupun dihancurkan sebelum diluncurkan.
Beberapa versi rudal ini bahkan dilengkapi mesin kecil pada hulu ledaknya untuk mengubah arah penerbangan pada fase terminal (terminal phase) dengan kecepatan mencapai 6.000 mil per jam (sekitar 9.600 km/jam), sehingga semakin menyulitkan upaya intersepsi.
Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)