Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru segera membuka komunikasi dengan mitra terkait nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlanjur dibangun.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN definitif setelah Nanik S. Deyang mundur dari jabatannya.
Di sisi lain, ada sejumlah SPPG yang belum beroperasi lantaran belum mendapat kepastian kerja sama dari BGN.
“Harus ada komunikasi yang jelas. Kalau memang masih dibutuhkan, segera dipastikan kerja samanya,” ungkap Edy, Minggu (26/7/2026).
- Dokumentasi DPR RI
Namun, jika di wilayah tertentu jumlah SPPG atau dapurnya melebihi jumlah penerima manfaat, Edy meminta pemerintah memberikan solusi.
“Tetapi kalau ternyata jumlah dapurnya melebihi kebutuhan, pemerintah perlu mencarikan solusi yang baik,” jelasnya.
Sebelumnya, Sudaryono menegaskan agenda pembenahan tata kelola sebagai prioritas utama usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengakui masih terdapat persoalan mendasar dalam sistem pengelolaan lembaga yang harus segera dibenahi, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas.
Dia tidak menampik bahwa Badan Gizi Nasional masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar.
Menurutnya, sejumlah persoalan yang muncul selama ini berakar pada lemahnya tata kelola dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan program.
“Kita atau kami mengakui bahwa memang ada hal-hal yang memang harus diperbaiki,” kata Sudaryono di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026)
“Bahkan kita sendiri telah menyaksikan bahwa ada terjadi pelanggaran dari sisi tidak transparannya tata kelola yang pada intinya ada satu persoalan di bidang tata kelola,” lanjutnya. (saa/muu)




