Rehabilitasi Mangrove Berpeluang Jadi Mesin Baru Ekonomi Hijau Indonesia

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan, rehabilitasi mangrove tidak hanya berperan dalam memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi hijau melalui mekanisme perdagangan karbon internasional.

Menurut Jumhur, pemerintah tengah memperkuat gerakan nasional rehabilitasi mangrove dengan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Penanaman mangrove dapat dikolaborasikan dengan kegiatan bisnis melalui mekanisme pasar karbon internasional. Aktivitas yang menghasilkan karbon dapat dikompensasi melalui pasar karbon, sehingga menghasilkan pendanaan yang cukup besar,” kata Jumhur saat menghadiri puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia di Denpasar Selatan, Bali, Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, program rehabilitasi mangrove saat ini telah dilaksanakan secara serentak di 162 lokasi yang tersebar di 37 provinsi.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 2.000 peserta secara langsung, serta puluhan ribu peserta lain yang mengikuti dari berbagai daerah di Indonesia.

Dilansir dari Antara, Jumhur mengungkapkan bahwa mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya.

Karena itu, satu hektare hutan mangrove disebut memiliki kemampuan menyerap emisi karbon yang setara dengan sekitar empat hektare tanaman daratan.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu strategi penting dalam menekan dampak perubahan iklim sekaligus mengimbangi peningkatan emisi karbon yang dihasilkan berbagai aktivitas ekonomi.

Ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendanaan dari APBN maupun APBD untuk memperluas rehabilitasi mangrove. Skema pembiayaan juga akan diperkuat melalui perdagangan karbon internasional dengan melibatkan sektor swasta.

Jumhur menyebut mekanisme pasar karbon dapat membuka peluang investasi berskala besar untuk mendukung rehabilitasi ratusan ribu hektare kawasan mangrove di Indonesia.

Menurutnya, sejumlah investor telah menyatakan minat untuk berinvestasi dalam program rehabilitasi mangrove yang dipadukan dengan skema perdagangan karbon.

Selain memberikan keuntungan bagi investor, rehabilitasi mangrove juga diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs bagi masyarakat.

Masyarakat yang terlibat dalam pemeliharaan kawasan mangrove akan memperoleh upah selama proses perawatan, sekaligus berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi melalui skema pembagian hasil (benefit sharing) dari perdagangan karbon.

Pemerintah juga tengah menghitung besaran kontribusi sektor pemulihan lingkungan berbasis pasar karbon terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam satu hingga dua tahun ke depan, termasuk potensi penyerapan jutaan tenaga kerja.

“Berdasarkan berbagai perhitungan yang kami lakukan, membangun Indonesia melalui pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mekanisme pasar karbon merupakan kegiatan usaha yang menguntungkan,” ujar Jumhur.

Ia menambahkan Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi hijau karena didukung wilayah laut yang luas, ekosistem mangrove yang melimpah, serta kondisi geografis yang sangat mendukung pengembangan perdagangan karbon. (ant/saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taylor Swift Dikabarkan Tak Disukai Sebagian WAGs Kansas City Chiefs, Ada Apa?
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Nadeo Harap Timnas Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Febrie Adriansyah Minta Maaf ke Presiden hingga Jaksa Agung: Saya Siap Tanggung Jawab!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Harga dan Spesifikasi Tecno Pova 8 5G, Baterai 8.000 mAh dan Layar 144Hz
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Cek Bansos Pakai NIK KTP, Lihat Nama Penerima PKH-BPNT Juli 2026
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.