Kemenkes Sebut Kasus HIV Sidoarjo Naik Karena Layanan Tes Luas

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons tingginya perhatian publik terkait lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kemenkes menegaskan peningkatan angka tersebut mencerminkan keberhasilan perluasan layanan deteksi dini, bukan semata-mata peningkatan penularan.

"Berdasarkan data situasi HIV Kabupaten Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun. Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 26 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Dinkes Sidoarjo Tegaskan Data Anak Terpapar HIV Hanya 53 Kasus

Andi mengajak masyarakat untuk memahami informasi secara utuh dan tidak menimbulkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV).

Peningkatan angka penemuan kasus tidak dapat dimaknai secara langsung sebagai peningkatan penularan. Namun, mencerminkan semakin efektifnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra.

"Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melaksanakan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan mengenai kasus HIV pada anak dan remaja di sana," ucap Andi.

Kegiatan supervisi tersebut bertujuan melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap data yang beredar. Termasuk melalui kunjungan ke Delta Crisis Center (DCC) sebagai salah satu sumber data rujukan pemberitaan.

Selain menelaah validitas dan interpretasi data, tim supervisi juga mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan bagi ODHIV, serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Di samping itu, Kemenkes terus memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Di Kabupaten Sidoarjo, tercatat 163 ibu hamil dengan HIV selama periode 2022 hingga Juni 2026. Rinciannya, 49 kasus pada 2022, 40 kasus pada 2023, 35 kasus pada 2024, 30 kasus pada 2025, dan 9 kasus hingga Juni 2026.


Ilustrasi. Foto: Pexels.com.

Seluruh ibu hamil didorong menjalani pemeriksaan HIV sebagai bagian dari pelayanan antenatal terpadu. Jika ditemukan positif, mereka bisa segera mendapat terapi ARV sehingga risiko penularan kepada bayi dapat ditekan hingga di bawah 2 persen.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga," tutur Andi.

Ia menambahkan, HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diminum secara teratur. Sehingga ODHIV tetap dapat hidup sehat, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Kemenkes menegaskan keberhasilan program penanggulangan HIV tidak hanya diukur dari penurunan infeksi baru. Tetapi juga dari semakin banyaknya orang yang mengetahui status HIV, segera memulai terapi ARV, dan mempertahankan pengobatan secara berkelanjutan.

Kemenkes turut mengajak seluruh masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Stigma tidak hanya menghambat seseorang melakukan tes HIV, tetapi juga mengganggu keberlanjutan pengobatan.

Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas menjadi kunci penting untuk mencapai target 95-95-95 dan mengakhiri AIDS pada 2030. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peristiwa 26 Juli: Liberia Merdeka hingga Hari Lahir Chairil Anwar
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Sebuah Rumah dan 3 Motor Hangus Terbakar di Matraman
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pimpin IKA Spensa Makassar, Yeni Rahman Siap Satukan Alumni Lintas Angkatan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Legislator DPR Semprot Kejagung, Minta Tak Perlakukan Febrie Adriansyah Istimewa!
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.