Koster perluas gerakan tanam mangrove libatkan pelajar dan pengusaha 

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen untuk memperluas kawasan hutan mangrove melalui gerakan penanaman rutin setiap bulan dengan melibatkan pelajar, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan keberlanjutan lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan Wayan Koster saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu.

"Setiap bulan kita membuat gerakan penanaman mangrove dengan melibatkan anak-anak sekolah. Gerakan ini juga akan terus dilanjutkan bersama para pelaku usaha maupun pihak lainnya agar lebih progresif dalam memperluas penanaman mangrove karena ini sangat penting untuk menjaga ekosistem alam Bali," ujar Koster.

Koster mengatakan gerakan penanaman mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam meningkatkan kawasan hutan dan tutupan hutan sebagai bagian dari menjaga keseimbangan alam Bali.

Menurutnya, Bali saat ini memiliki lebih dari 3.000 hektare kawasan mangrove yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng.

Ia menegaskan, pelestarian mangrove tidak berhenti pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, tetapi akan dijadikan gerakan berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Baca juga: Jumhur Hidayat janji selesaikan kasus pencemaran mangrove di Tol Bali

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung ekosistem pesisir sekaligus penopang kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor kelautan.

Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sekitar 23 persen kawasan mangrove dunia, namun masih menghadapi laju kerusakan sekitar 52 ribu hektare setiap tahun, sehingga diperlukan upaya rehabilitasi secara berkelanjutan.

Pada saat yang sama, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyebut Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga karena berperan sebagai benteng alami dari abrasi, penyerap polutan, penghasil oksigen, sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Bali ditandai dengan penanaman 15.000 bibit mangrove di kawasan Batu Lumbang, Tahura Ngurah Rai, yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga sebagai bagian dari penguatan rehabilitasi ekosistem pesisir.

Mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi serentak penanaman mangrove di berbagai daerah yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup bersama berbagai kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, media, hingga kalangan pelajar.

Baca juga: PLN Indonesia Power Tanam 15 ribu mangrove di Tahura Ngurah Rai

Baca juga: Kemenkeu petakan potensi perdagangan karbon di Bali Rp1,7 triliun





Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Bernadya Pilih Tennis Indoor Senayan untuk Showcase Semoga Hanya di Mimpi, Jadi Lompatan Karier
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Kronologi Kapal Bawa 11 Nelayan Tenggelam di Konawe Utara, Lambung Bocor Dihantam Ombak
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Sekjen AMPI Arief Rosyid Tekankan Pentingnya Geopolitik ASEAN dengan Majlis Belia Malaysia
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Info Cuaca Jabodetabek 26 Juli: Berawan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Sibuk Persiapkan HUT ke-81 RI di Ibu Kota Nusantara Sebelum Meninggal
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.