JAKARTA, DISWAY.ID-- Perjalanan inspiratif kembali datang dari barisan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Kali ini, perwakilan dari Provinsi Aceh, Muhammad Hibban Annafis, membagikan kisah perjuangannya bisa menembus panggung nasional di Jakarta.
Ketertarikan Hibban pada dunia Paskibraka ternyata sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
BACA JUGA:Arifa Rahma Maulydha, Calon Paskibraka Pusat Asal Riau: Termotivasi Tiga Kakak hingga Bidik Akpol
Bagi remaja asal Aceh ini, Paskibraka bukan sekadar wadah mengibarkan Sang Merah Putih, melainkan batu loncatan strategis untuk menggapai cita-cita besarnya menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
"Saya itu ketika SMP pernah mengikuti Paskibraka dan saya juga sangat bercita-cita untuk menjadi seorang Akpol. Nah seperti yang kita tahu menjadi seorang Akpol itu bukan hal yang mudah, harus mempunyai jiwa disiplin, berani dan mempunyai jiwa solidaritas," ujar Hibban saat ditemui di gedung PPSDM Kemendikdasmen.
Di balik keberhasilannya lolos seleksi tingkat pusat, ada peran besar dari kedua orang tuanya yang akrab ia sapa Umi dan Abi.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa restu moral, tetapi juga keterlibatan langsung dalam menyiapkan segala kebutuhan fisik maupun logistik selama masa persiapan.
BACA JUGA:Paskibraka Tingkat Pusat 2026 Isi Karantina dengan Permainan Tradisional, Perkuat Nilai Pancasila
Bahkan, pesan mendalam dari orang tuanya selalu dipegang teguh oleh Hibban untuk menepis keraguan dan fokus menorehkan prestasi.
"Maka dari itu saya mengikuti Paskibraka dan orang tua saya memberikan motivasi seperti jangan mendengarkan apa yang orang lain katakan, tapi buktikanlah dengan apa yang akan kamu lakukan," ungkapnya.
Hibban mengenang bagaimana kedua orang tuanya turun tangan langsung membantu persiapannya.
Pesan penutup dari sang umi dan abi menjadi pelecut semangat terbesarnya selama menjalani masa karantina dan pelatihan berat. "Ini sudah umi sama abi siapkan, tinggal abang saja membuktikan.”
Menyadari bahwa seleksi Akpol membutuhkan standar fisik, mental, serta wawasan kebangsaan yang tinggi, Hibban bertekad memanfaatkan pengalaman berharga di Paskibraka Pusat ini sebagai bekal utamanya.
BACA JUGA:Kisah Gussa dan Chika, Semangat Persatuan Calon Paskibraka Nasional 2026
- 1
- 2
- »





