Polisi Periksa 8 Orang Terkait Bentrokan Warga yang Tewaskan 1 Pria di Menteng

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi memeriksa delapan orang terkait bentrokan antarkelompok warga di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, delapan orang tersebut ditangkap untuk dimintai keterangan guna mengungkap penyebab bentrokan.

"Dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang sedang kami amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," kata Roby kepada awak media di lokasi, Minggu.

Baca juga: Satu Orang Tewas dalam Bentrokan di Menteng, Dipicu Perusakan Gerobak Nasi Uduk

Menurut Roby, polisi menerima laporan mengenai keributan antarkelompok sekitar pukul 10.00 WIB.

Petugas yang datang ke lokasi sempat berupaya melerai bentrokan. Namun, banyaknya orang yang terlibat membuat situasi sulit dikendalikan.

Dalam insiden tersebut, dua orang sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi kritis. Namun, satu di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Roby menjelaskan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing dari delapan orang yang diamankan. Hingga kini, status hukum mereka juga masih dalam proses penyelidikan.

Selain memeriksa para terduga yang terlibat, penyidik masih mengusut penyebab bentrokan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan bermula ketika sekelompok orang datang ke sebuah warung nasi uduk untuk membeli sarapan.

Diduga karena tidak puas saat berada di warung tersebut, mereka menggeber sepeda motor sebelum pergi.

Baca juga: Kronologi Bentrokan di Menteng, Berawal dari Cekcok Saat Sarapan Nasi Uduk

Tak lama kemudian, kelompok itu kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak pedagang nasi uduk.

"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya," ujar Roby.

Menurut dia, aksi perusakan itu kemudian memicu warga sekitar melakukan serangan balasan hingga bentrokan meluas.

"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan informasi sementara, salah satu kelompok yang terlibat diketahui belum lama menempati kawasan tersebut. Meski demikian, polisi mencatat kelompok itu sebelumnya pernah beberapa kali terlibat dalam insiden.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi PTT BSPS di Bandung, Mendagri Nilai Tender Rakyat Perkuat Transparansi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Bali, 2 Penyelenggara Entourage Run Dicekal Imigrasi
• 36 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Topan Noul Dekati Tiongkok, Batalkan Lebih dari 150 Penerbangan di Hong Kong
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.