Islamabad: Pakistan dan Qatar meningkatkan upaya mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah kedua negara menyampaikan tanggapan terhadap proposal bersama untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada media Anadolu Agency pada Minggu, 26 Juli 2026, bahwa kedua mediator kini mengintensifkan pertukaran pesan antara Washington dan Teheran setelah masing-masing pihak menyampaikan respons terhadap formula deeskalasi yang diajukan.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan penghentian sementara kampanye pengeboman terhadap Iran menyusul hampir dua pekan serangan udara yang berlangsung setiap malam.
Sebelumnya pekan ini, Islamabad dan Doha mengajukan proposal deeskalasi yang mendorong AS dan Iran kembali ke posisi sebelum meningkatnya konflik pada 9 Juli sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali perundingan damai.
Meski tidak mengungkap isi tanggapan kedua pihak, sumber tersebut mengatakan baik Washington maupun Teheran telah menyatakan kesediaan untuk kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi guna mengakhiri permusuhan terbaru.
Menurut sumber itu, jeda serangan dari kedua belah pihak telah memunculkan harapan baru bagi dimulainya kembali perundingan yang sempat terhenti.
Namun demikian, seorang sumber memperingatkan bahwa penghentian sementara konflik masih sangat rapuh dan berpotensi dilanggar, terutama mengingat ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
"Mediator terus menjalin komunikasi intensif dengan kedua pihak yang bertikai untuk mempertahankan jeda konflik sebagai prioritas utama sebelum melanjutkan tahapan berikutnya dalam formula deeskalasi," ujar sumber tersebut. Penundaan Operasi Militer Sumber diplomatik lainnya mengatakan para mediator juga mencermati kemungkinan munculnya kelompok garis keras dari kedua pihak yang dapat kembali memicu eskalasi konflik.
Laporan The New York Times pada Sabtu menyebut Trump menunda rencana peningkatan operasi militer terhadap Iran setelah muncul kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat.
Dalam proposal yang disusun Pakistan dan Qatar setelah berkonsultasi dengan sejumlah mitra regional, kedua negara diminta kembali ke posisi sebelum pecahnya eskalasi terbaru.
Iran telah mengonfirmasi menerima proposal tersebut dan sedang mempelajarinya, sembari menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Pakistan, yang sebelumnya turut memediasi gencatan senjata pada April, juga berperan dalam membantu AS dan Iran mencapai nota kesepahaman pada Juni lalu sebagai dasar menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Sumber-sumber tersebut menambahkan proposal deeskalasi juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran oleh AS, pencabutan sanksi atas penjualan minyak Iran, serta penerapan gencatan senjata selama dua pekan.
Apabila kedua pihak menyetujui formula tersebut, Washington dan Teheran disebut akan segera melanjutkan perundingan. Implementasi gencatan senjata di Lebanon selatan juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan berikutnya.
Baca juga: Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Persediaan Rudal Patriot Jadi Sorotan




