REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Harimau putih yang dipelihara Semarang Zoo dikabarkan mati. Kabar itu telah viral di media sosial. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi dan penjelasan dari pengelola Semarang Zoo perihal kabar tersebut.
Akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang menjadi akun yang menyebarkan kabar kematian harimau putih milik Semarang Zoo. Dalam video yang diunggah akun @dinaskegelapan_kotasemarang, tampak seekor harimau putih yang diduga koleksi Semarang Zoo terbaring di sebuah kandang dengan napas yang sudah tersengal-sengal.
Baca Juga
Strategi Bupati Jeje Hadapi Krisis Air Bersih Selama Kemarau
Keterbatasan Lahan Makam di Jabodetabek Dorong Kebutuhan Pemakaman Muslim yang Tertata
Bentrokan Dua Kubu di Menteng, Satu Orang Dilaporkan Tewas
Harimau putih itu disebut sempat dikirim ke Medan, Sumatra Utara, dalam sebuah program pertukaran satwa. Namun akun @dinaskegelapan_kotasemarang menyebut, diduga terjadi kesalahan prosedur anestesia yang menyebabkan harimau bernama Anggun tersebut mengalami abses, infeksi, dan akhirnya mati.
Ketika dikonfirmasi soal kabar kematian harimau putih tersebut, Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, menolak memberikan penjelasan. "Sabar saja. Satu pintu pemkot," kata Bimo kepada Republika lewat pesan tertulis, Ahad (26/7/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
View this post on Instagram
A post shared by ANTARA News (@antaranewscom)
Ketika ditanya lagi apakah benar terdapat harimau putih milik Semarang Zoo yang mati, Bimo kembali merespons dengan jawaban serupa. "Nanti ada keterangan resmi dari pemkot. Kita ikuti alur birokrasi kami. Sabar dulu,"kata dia.
Sebelumnya, awak media sudah sempat menanyakan kabar kematian harimau putih milik Semarang Zoo kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. "Nanti akan kita selidiki karena itu salah satu kekayaan di Semarang Zoo," kata Agustina ketika diwawancara pada Jumat (24/7/2026) lalu.
Agustina mengaku belum menerima laporan mendetail soal kabar kematian harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo. "Kita akan selidiki apakah kesalahan anastesi ini benar. Kejadian ini agar bisa jadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas merawat hewannya. Detailnya saya belum dapat laporan, saya sedang minta penjelasan teman-teman di Semarang Zoo, mengapa dan bagaimana ini terjadi," ucap dia.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat diwawancara awak media di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro, Rabu (17/12/2025). - (Republika/Kamran Dikrama)