Laporan Sebut AS Kaji Operasi Militer Besar untuk Rebut Uranium Diperkaya dari Iran

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Amerika Serikat dilaporkan sedang mengkaji kemungkinan operasi militer besar yang melibatkan ribuan personel untuk merebut persediaan uranium diperkaya dari fasilitas nuklir Iran, menurut laporan The New York Post.

Laporan Ungkap Skenario Operasi Militer

Laporan tersebut menyebut operasi akan mencakup penyerbuan fasilitas nuklir Iran oleh ribuan personel darat yang bertugas menjinakkan jebakan, mengerahkan tim teknis, serta membangun garis pertahanan di sekitar lokasi sasaran.

Seorang sumber militer mengatakan, "Saya benci mengatakannya, tetapi saya pikir cara terbaik untuk menyingkirkan material nuklir Iran, sekurangnya dengan apa yang mereka kuasai sekarang, adalah melalui operasi militer karena negosiasi saat ini mandek."

Menurut laporan itu, tim kecil pasukan khusus akan mengambil langsung uranium yang berada di fasilitas tersebut dan fase tersebut disebut sebagai bagian paling berbahaya dari keseluruhan operasi.

Apabila rencana itu dilaksanakan, pasukan Amerika Serikat juga harus membersihkan puing-puing di pintu masuk fasilitas yang dihancurkan serta mempertahankan posisi dari kemungkinan serangan balasan pasukan Iran.

Laporan itu juga menyebut Amerika Serikat harus menguasai koridor lalu lintas udara agar pesawat militer dapat mendarat dengan aman selama operasi berlangsung.

Ketegangan AS-Iran Masih Berlanjut

Sebelumnya, sumber militer Iran menyatakan angkatan bersenjata negara itu telah melakukan pelatihan menghadapi berbagai skenario serangan Amerika Serikat dan bersiap menghadapi kemungkinan invasi darat.

Pada 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari, namun pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump selanjutnya menyatakan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Keharmonisan Rumah Tangga, Andrew Andika Pilih Bisnis Bareng Istri
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Satu Orang Tewas dalam Bentrokan di Menteng, Dipicu Perusakan Gerobak Nasi Uduk
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Ganjar Respons Kaesang Nyaleg: Jateng Masih Kandang Banteng
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Febrie Adriansyah Tersangka TPPU, Pakar Ingatkan Soal Hubungan Aset dan Kejahatan Asal
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.