PDI-P Soroti Beda Nasib Febrie Adriansyah dan Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa: Sangat Kontras

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menyoroti beda nasib yang kontras antara eks Jampidsus sekaligus tersangka kasus korupsi Febrie Adriansyah dan pencuri ayam yang tewas diamuk massa di Bali.

Hasto mengatakan, semua orang seolah melupakan bahwa negara ini dibangun untuk melindungi segenap bangsa, dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dia melihat masih saja ada warga negara yang kedudukannya tidak sama di hadapan hukum.

"Tidak boleh ada suatu ketidakadilan, apalagi ditunjukkan secara ekstrem kepada rakyat yang mungkin menghadapi kesulitan kehidupan ekonomi akibat tantangan yang tidak ringan saat ini," ujar Hasto di kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Eks Jampidsus Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi, Hasto PDI-P: Dulu Saya Taat, meski Itu Kriminalisasi...

"Dan ini sangat kontras dengan proses penegakan hukum yang terjadi, yang berkaitan dengan mantan Jampidsus, Bapak Febrie, di mana tadi kami katakan di dalam sambutan, bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum," sambungnya.

Hasto menekankan, tidak boleh ada perlakuan yang berbeda kepada Febrie, hanya karena dia merupakan seorang pejabat di bidang hukum.

Sementara itu, Hasto menyebut PDI-P akan segera memberikan bantuan kepada keluarga korban pencuri ayam di Bali.

"Yang di Bali kami akan segera tindak lanjuti untuk memberikan bantuan kepada korban," imbuh Hasto.

Baca juga: Anggota DPD Kecam Pengeroyokan Pencuri Ayam di Bali: Mencuri Salah, Menghilangkan Nyawa Tindakan Keji

Diketahui, seorang warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tewas dikeroyok massa karena diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Polisi menyebut, kemarahan massa dipicu keresahan warga karena dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi kasus kehilangan ayam di desa.

Korban meninggal dunia meninggalkan tiga orang anak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Anak pertama telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.

Dalam video yang beredar, tampak putrinya menangis histeris saat melihat sang ayah yang sudah terbujur kaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga dan Rekan Korban Tewas dalam Bentrokan Geruduk Polsek Menteng
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Heboh Penemuan Jasad Satpam di Waduk Jatiluhur, Diduga Sempat Hilang Kontak usai Menegur Aksi Vandalisme
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemen LH, KKP, dan Gubernur Bali tanam ribuan bibit mangrove
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok Jadi 51,1 Persen, Ekonomi dan Penegakan Hukum Jadi Faktor Utama
• 6 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.