HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan penghormatan khusus kepada sivitas akademika yang telah menyelesaikan masa tugas tambahan maupun memasuki masa purnabakti melalui acara Gala Dinner yang digelar pada Jumat, 25 Juli 2026, di Hotel Unhas & Convention, Makassar. Momentum ini menjadi wujud apresiasi atas pengabdian tanpa pamrih yang menjadi fondasi kemajuan institusi.
Di balik setiap pencapaian Unhas, terdapat kontribusi besar dari dosen, tenaga kependidikan, dan pejabat yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka datang lebih pagi, pulang lebih larut, dan menyelesaikan berbagai persoalan demi memastikan administrasi berjalan tertib, layanan akademik optimal, serta kebijakan dapat diimplementasikan dengan baik. Kontribusi yang sering tersembunyi ini menjadi denyut kehidupan universitas setiap hari.
“Sebagian dari mereka telah menuntaskan amanah tambahan sebagai pimpinan unit, fakultas, maupun lembaga. Sebagian lainnya mengakhiri perjalanan panjangnya melalui masa purnabakti. Meski perannya berbeda, semuanya memiliki satu kesamaan: meninggalkan fondasi yang memungkinkan Universitas Hasanuddin terus melangkah maju,” jelas Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.
Unhas kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, hingga memperkuat posisi di tingkat dunia. Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja individu semata, melainkan buah dari komitmen kolektif yang dibangun atas integritas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan.
Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D., yang mewakili para mantan pejabat struktural, menegaskan bahwa setiap amanah kepemimpinan adalah bentuk kepercayaan yang dijalankan untuk kepentingan institusi, bukan pribadi.
“Keberhasilan universitas sesungguhnya adalah hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika,” katanya saat ditemui.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh perwakilan tenaga kependidikan, seperti Kepala Biro Umum Drs. Jursum, M.M., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Dra. Rosniati, M.M., serta Direktur Keuangan, Akuntansi, dan Pelaporan Mardani, S.H., M.Si. Mereka menggambarkan peran penting tenaga kependidikan yang sering tersembunyi namun sangat krusial bagi kelancaran tridarma perguruan tinggi dan tata kelola universitas.
Tanpa sorotan, tenaga kependidikan memastikan berbagai kebutuhan sivitas akademika terpenuhi dan menjadi penopang utama yang menjaga roda organisasi kampus terus berputar.
Kemajuan perguruan tinggi tidak hanya dibangun oleh gagasan besar atau pencapaian akademik, melainkan oleh ribuan tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan selama bertahun-tahun. Pengabdian tersebut menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya.
Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa menghargai pengabdian adalah bagian dari budaya yang harus terus dijaga agar setiap kontribusi mendapat tempat dalam perjalanan panjang Universitas Hasanuddin. (*)





