Taruhan Terbesar Kubu Solo: Kalau PSI Gagal Lolos Senayan, Kartu Politik Jokowi Habis!

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar perpindahan politik biasa. Keputusan itu disebut menjadi pertaruhan besar bagi masa depan pengaruh politik Jokowi menjelang Pemilu 2029.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, keberhasilan atau kegagalan PSI menembus DPR pada Pemilu 2029 akan menjadi ukuran apakah Jokowi masih memiliki daya pengaruh yang kuat setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.

Dalam tayangan Akbar Faizal Uncensored, Adi bahkan menyebut posisi Jokowi di PSI jauh lebih besar daripada sekadar pembina atau mentor.

"Pak Jokowi bukan hanya menjadi mentor. Lebih tepat kalau disebut sebagai imam besar bagi PSI," kata Adi.

Menurutnya, kecil kemungkinan Jokowi benar-benar meninggalkan dunia politik. Bergabungnya mantan kepala negara itu ke PSI menunjukkan bahwa ia masih ingin memainkan peran penting dalam percaturan politik nasional.

Baca Juga: Efek Anies Baswedan Masih Besar, Partai Gerakan Rakyat Ikut Diuntungkan

Karena telah menyatakan diri menjadi bagian dari PSI, Adi meyakini Jokowi akan mengerahkan seluruh pengaruh politik yang dimilikinya untuk mendongkrak elektabilitas partai berlambang mawar tersebut agar mampu melampaui ambang batas parlemen pada Pemilu 2029.

Ia menilai langkah itu merupakan pertaruhan terbesar dalam perjalanan politik Jokowi. Selama ini, Jokowi dikenal memiliki rekam jejak kemenangan dalam berbagai kontestasi politik, mulai dari Pemilihan Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangi pemilihan presiden.

Jika PSI berhasil lolos ke DPR, menurut Adi, hal itu akan semakin memperkuat anggapan bahwa pengaruh politik Jokowi masih sangat besar meski sudah tidak lagi menduduki kursi Presiden RI. Namun, skenario sebaliknya dinilai akan membawa konsekuensi besar.

Baca Juga: Surat Terbuka Eks Wamenkumham ke Prabowo: Pecat Gibran Sebelum 20 Oktober 2026!

Adi menilai hasil Pemilu 2029 bukan hanya menentukan masa depan PSI dan Jokowi, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap prospek politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Kalau PSI tidak besar dan tidak lolos ke parlemen, Gibran tidak bisa maju. Kartu politik Jokowi selesai," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Korek Api: Barang Murah yang Menjadi Penyelamat Hidup di Gaza
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Febrie Adriansyah Buka Suara Setelah Ditahan KPK, Minta Maaf dan Siap Buktikan Kebenaran
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Port FC Taklukkan PSMS Medan 2-0, Noboru Shimura dan Issam Abdallah Jadi Penentu
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Menjadi Manusia di Era Digital
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.