Kemenkes Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Ubah Akreditasi Rumah Sakit Berbasis Hasil Klinis

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Kesehatan menerapkan efisiensi pengadaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai serta merombak sistem akreditasi rumah sakit menjadi berbasis hasil klinis untuk menekan inflasi biaya kesehatan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.

Pengadaan Terpusat Hemat Anggaran Farmasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan efisiensi dilakukan melalui pemusatan pengadaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai berbasis data SatuSehat.

Ia mengatakan, "Langkah efisiensi ini akan kami buka juga untuk seluruh RSUD dan rumah sakit swasta agar harga obat dan alat kesehatan di seluruh Indonesia bisa jauh lebih murah."

Kementerian Kesehatan mengklaim kebijakan tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran farmasi awal sebesar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya mempercepat pencairan klaim BPJS Kesehatan senilai Rp20 triliun pada Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas arus kas rumah sakit.

Akreditasi Rumah Sakit Diukur dari Keselamatan Pasien

Kemenkes mengubah sistem akreditasi rumah sakit yang sebelumnya berbasis evaluasi administrasi menjadi penilaian real-time berdasarkan tingkat kesembuhan dan keselamatan pasien.

Budi mengatakan, "Mutu rumah sakit tidak bisa hanya di atas kertas. Kita akan ukur dari hasil tindakan medisnya. Jika ada rumah sakit yang tingkat kegagalan operasinya tinggi, status akreditasinya bisa langsung kita turunkan di tengah jalan. Ini bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat."

Kementerian Kesehatan juga memperluas akses layanan penyakit berat melalui kolaborasi dengan rumah sakit swasta dalam program pengampuan layanan unggulan, termasuk transplantasi ginjal dan layanan sel punca (stem cell).

Budi mengatakan, "Kolaborasi langsung ini telah berjalan dalam bentuk pengampuan layanan medis canggih. Beberapa di antaranya adalah kerja sama RSUP dr. Sardjito dengan RS Royal Mandaya Puri untuk transplantasi ginjal, serta kolaborasi RSCM dengan RS Ciputra Raya Tangerang dan RS Ciputra Citra Garden Citi untuk layanan sel punca (stem cell)."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menbud Sebut Permainan Tradisional Bentuk Karakter Anak di Era Digital
• 15 jam laludetik.com
thumb
Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pemain Kamboja Blak-blakan Soal Ancaman Thom Haye hingga Ragnar Oratmangoen
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pesan Menkes buat Pecinta Kopi: Minum Kopi Manis Seminggu Sekali
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Marketing Beauty Brand Paling Unik
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Seskab Teddy Ajak Masyarakat Hadiri Berbagai Event Internasional di Indonesia Sepanjang 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.