Tanda Gempa Besar Ditemukan di Bawah Ciremai, Ilmuwan Kaget

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Gunung Ciremai. (Instagram/gunungciremai)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan temuan mengejutkan di kaki Gunung Ciremai, wilayah Lingkar Timur Kuningan. Mereka menemukan bukti aktivitas sesar yakni berupa struktur lapisan tanah dengan posisi terbalik.

Temuan aktivitas tektonik tim vulkanik zaman Kuarter (dimulai pada 2,58 juta tahun lalu) menggunakan analisis geokronologi dan pemetaan LiDAR dari endapan distal Gunung Ciremai.


Baca: Peta Zona Megathrust RI Berubah, Pakar Jepang Tunjuk Titik Rawan Gempa

Penggunaan LiDar memungkinkan tim dapat melihat fitur permukaan Bumi tanpa terhalang vegetasi. Selain itu, hasil pemetaan dapat menunjukkan kemiringan lapisan (tilting) dan patahan (faulting) pada morfologi lahan.

Tim peneliti menggunakan metode carbon dating pada jalur Lingkar Timur Kuningan. Dari sana ditemukan endapan berusia 22 ribu tahun yang berada di atas endapan 20 ribu tahun.

Artinya lapisan tanah lebih tua akan terdorong ke bagian atas dari lapisan lebih muda. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN dan ketua tim penelitian Sonny Aribowo menjelaskan tim mengindikasikan adanya fase penyeimbangan setelah tekanan tektonik besar.

"Selain sesar naik, ditemukan juga bukti sesar normal pada endapan berumur sekitar 16.000 tahun, yang mengindikasikan adanya fase penyeimbangan sedimen setelah tekanan tektonik besar, atau kemungkinan jejak kejadian gempa bumi besar pada periode tersebut," kata Sonny dalam keterangannya.

Baca: Suhu di Jepang Terpanas dalam 16 Tahun, 453 Orang Masuk RS

Dari riset ini, tim juga berhasil membedakan endapan jauh (distal) dan endapan dekat (proximal) Gunung Ciremai. Distal masuk sebagai sedimen vulkanik basaltik sub-alkalin dengan kandungan besi tinggi dan silika rendah.

Sementara untuk endapan proksimal ditemukan berada dekat puncak, yang didominasi oleh batuan andestik basaltik dengan seri magma medium-K. Namun hubungan antar kedua endapan ini perlu dikaji lebih lanjut lagi. Ini karena distal dan proksimal memiliki perbedaan karakteristik.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara Teknologi AI Bantu Perbankan Daerah Lawan Serangan Siber

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Pariwisata Sebut JFC Punya Potensi Jadi Agenda Internasional
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Debut Casemiro di Inter Miami Ternoda Tabrakan Kepala Mengerikan, Germán Berterame Dilarikan ke RS
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Wakil Gubernur Maluku Utara Apresiasi Perjuangan Siswa Pulau Taliabu Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Andi Azwan Respons Pernyataan Khozinuddin: Kalau Disebut Pak Jokowi Pengecut, Itu 1000% Salah Besar!
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Satpol PP Surabaya Amankan Pemilik Lapak Barang Bekas Tempat 2 Kursi Logo Pemkot Ditemukan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.