Menteri PANRB Tegaskan Transformasi Birokrasi Harus Ditopang Karakter dan Keteladanan ASN

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan transformasi birokrasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan regulasi, tetapi juga membutuhkan karakter, pengalaman, serta keteladanan aparatur sipil negara yang telah mengabdi.

Keteladanan Wredatama Jadi Fondasi Reformasi

Rini mengatakan, "Pemerintah terus mengakselerasi reformasi birokrasi baik dengan pendekatan tematik dan digital, menata manajemen ASN berbasis meritokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, transformasi ini tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi dan regulasi, melainkan juga membutuhkan karakter, pengalaman, dan keteladanan."

Pernyataan tersebut disampaikan Rini saat menghadiri Musyawarah Nasional XV sekaligus peringatan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Jakarta pada Jumat (24/7).

Ia mengatakan, “Setiap kemajuan birokrasi hari ini berdiri di atas jejak langkah, dedikasi panjang, dan tetesan keringat para aparatur negara yang telah menegakkan pilar Republik Indonesia.”

Rini menilai pengalaman dan kebijaksanaan para aparatur yang telah memasuki masa purnabakti tetap menjadi aset nasional yang relevan untuk menginspirasi generasi ASN dalam melanjutkan transformasi birokrasi.

PWRI Didorong Perkuat Peran Strategis

Rini mengatakan, “Saat ini kita bertransformasi bukan untuk mengganti nilai lama, melainkan untuk melestarikan dan melanjutkan nilai dasar BerAKHLAK yang Bapak/Ibu wariskan.”

Ia meminta PWRI terus menjadi penjaga nilai pengabdian ASN, memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, serta menjaga persatuan dan optimisme bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Pj. Ketua Umum Pengurus Besar PWRI Setyanto P. Santosa mengatakan, “Di PWRI tidak ada lagi sekat instansi. Yang ada adalah semangat persaudaraan atas dasar kesamaan pengabdian terhadap bangsa dan negara.”

Rini menegaskan, “Pengabdian seorang Abdi Negara tidak pernah mengenal kata titik, yang ada hanyalah koma untuk melanjutkan pengabdian dalam bentuk baru. Terima kasih atas seluruh dedikasi dan teladan mulia bagi Ibu Pertiwi.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor Tutup Jalan di Morowali Sulteng, 2.104 Warga Terisolasi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Sering Lemas Usai Makan? Ini Cara Bebas "Food Coma"
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI Tewas Tertembak saat Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireuen
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Pria Tewas Dikeroyok Massa Diduga Maling Ayam Disorot Hasto, Singgung Keadilan untuk Rakyat
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Sutrimo Tewas Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie, Polisi: Masih Didalami
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.