Dudung soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengingatkan bahwa main hakim sendiri seperti peristiwa yang menewaskan pencuri ayam di Bali bukan budaya Indonesia. 

"Main hakim sendiri itu bukan budaya Indonesia. Negara kita adalah negara hukum. Semua warga negara adalah sama dan setara di depan hukum. Karena itu, mari kembali kepada prinsip itu," ujar Dudung dalam siaran pers, Minggu (26/7/2026) malam.

Baca juga: PDI-P Soroti Beda Nasib Febrie Adriansyah dan Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa: Sangat Kontras

Dudung mengatakan, peristiwa meninggalnya pencuri ayam ini merupakan tragedi kemanusiaan yang patut menjadi perhatian bersama.

Dia menekankan, tidak ada satupun tindakan yang dapat membenarkan penghilangan nyawa di luar proses hukum. Sebab, negara hukum hanya dapat berdiri kokoh apabila setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Saya selaku Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam, sekaligus mengecam tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," ucapnya.

Baca juga: Anggota DPD Kecam Pengeroyokan Pencuri Ayam di Bali: Mencuri Salah, Menghilangkan Nyawa Tindakan Keji

Dudung menjelaskan, dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang tidak menghapus haknya untuk memperoleh proses hukum yang adil.

Eks KSAD TNI ini berpendapat, tindakan main hakim sendiri justru merupakan pelanggaran hukum yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

"Saya berharap, kejadian ini memberi pelajaran berharga pada kita semua, terutama aparat keamanan agar tidak lelah melakukan edukasi pada masyarakat," kata Dudung.

Selanjutnya, Dudung mendorong aparat keamanan, khususnya kepolisian, untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan main hakim sendiri.

Kehadiran aparat, kata Dudung, tidak hanya diperlukan saat terjadi peristiwa pidana, tetapi juga melalui upaya preventif yang membangun kesadaran hukum masyarakat agar setiap dugaan tindak pidana diserahkan kepada aparat penegak hukum.

"Sinergi dan peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat serta seluruh pemimpin komunitas memiliki peran strategis dalam membangun budaya damai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan," bebernya.

"Nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hukum perlu terus ditanamkan agar emosi massa tidak berujung pada tindakan yang merenggut nyawa," sambung Dudung.

Baca juga: Tangis Anak Iringi Jenazah Ayah, Kades Sidetapa Bali: Jangan Hilangkan Nyawa Hanya karena Curi Ayam

Dudung menyampaikan, yang terpenting saat ini adalah pemerintah daerah segera memastikan anak yang ditinggalkan ayahnya itu memperoleh layanan pemulihan psikososial, pendampingan psikologis, serta perlindungan sosial.

Dia meyakini bahwa trauma akibat kehilangan orangtua dalam peristiwa yang tragis dapat berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak apabila tidak segera ditangani.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Dudung dorong usut tuntas tewasnya pencuri ayam

Dudung juga mendorong pengusutan tuntas peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pencuri ayam di Tabanan Bali tersebut. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Bagi-bagi Bibit Tebu hingga Kopi Gratis untuk Pesantren di KUII VIII 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga usai Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Penampakan Klinik Kecantikan Tempat Sutrimo Terkapar
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Perry Warjiyo Mundur dari BI, Dampak Volatilitas Kurs Rupiah Hanya Terbatas
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.