Magang yang menemukan arah

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Surabaya (ANTARA) - Setiap tahun ribuan mahasiswa memasuki masa magang dengan harapan memperoleh pengalaman yang mampu menjembatani bangku kuliah dengan dunia kerja.

Namun, harapan itu tidak selalu bertemu dengan kenyataan. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya menjalani magang di tempat yang tidak berkaitan dengan bidang studinya. Ada pula yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk pekerjaan administratif yang minim nilai pembelajaran.

Di sisi lain, instansi penerima magang juga kerap menerima peserta yang kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga proses pembimbingan menjadi kurang optimal.

Persoalan tersebut selama ini dianggap sebagai konsekuensi yang lumrah dalam penyelenggaraan magang. Padahal, ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan tempat magang membawa dampak yang lebih besar daripada sekadar pengalaman belajar yang kurang maksimal.

Mismatch membuat proses pengembangan sumber daya manusia berjalan tidak efisien, sementara dunia kerja membutuhkan lulusan yang semakin siap menghadapi perubahan teknologi, digitalisasi, dan persaingan global.

Di tengah tantangan itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menghadirkan platform BRIGHT atau Brida Research, Internship Growth and Holistic Training.

Platform berbasis web tersebut dirancang sebagai sistem matchmaking yang mempertemukan kebutuhan perangkat daerah dengan kompetensi mahasiswa secara lebih terukur.

Melalui sistem itu, mahasiswa dapat mengetahui posisi magang yang tersedia beserta rincian tugasnya, sedangkan perangkat daerah dapat menentukan kriteria peserta sesuai kebutuhan pekerjaan.

Hadirnya BRIGHT menarik untuk dicermati bukan semata karena menghadirkan aplikasi baru. Hal yang lebih penting adalah perubahan cara pandang bahwa magang bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem talenta daerah.

Baca juga: Mahasiswa magang 41 universitas bantu pelayanan adminduk di Surabaya

Baca juga: Kemnaker perluas sasaran MagangHub bagi lulusan pendidikan profesi

Bukan formalitas

Selama bertahun-tahun, magang sering diposisikan sebagai pelengkap kurikulum. Fokus utama banyak mahasiswa adalah memperoleh surat penerimaan, menjalani masa magang, kemudian mendapatkan penilaian untuk konversi satuan kredit semester. Akibatnya, kualitas pengalaman belajar sering kali berada di urutan kedua.

Kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh mahasiswa. Banyak perguruan tinggi harus menempatkan ribuan mahasiswa ke berbagai instansi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di sisi lain, instansi pemerintah maupun perusahaan memiliki kapasitas yang terbatas serta kebutuhan kompetensi yang sangat beragam. Tanpa sistem pemetaan yang baik, proses penempatan akhirnya lebih banyak bergantung pada ketersediaan kuota dibandingkan kesesuaian kompetensi.

BRIGHT mencoba memperbaiki persoalan itu melalui pendekatan yang lebih sistematis. Setiap posisi magang dilengkapi dengan deskripsi tugas sehingga mahasiswa mengetahui pekerjaan yang akan dijalankan sebelum mengajukan lamaran. Proses administrasi juga dilakukan secara digital sehingga memangkas birokrasi yang selama ini menyita waktu mahasiswa maupun perguruan tinggi.

Dalam tahap awal implementasinya, platform tersebut telah menampung sekitar 500 hingga 600 pelamar dari berbagai perguruan tinggi, sementara BRIDA sendiri menjadi tempat magang bagi hampir 40 mahasiswa yang ditempatkan sesuai bidang riset dan inovasi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja modern yang semakin mengutamakan kompetensi daripada sekadar ijazah. Semakin dini mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan, semakin besar peluang mereka mengembangkan keterampilan teknis maupun kemampuan berpikir kritis.

Data Program Magang Nasional menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kompetensi memberikan hasil yang positif. Evaluasi terhadap lebih dari 65 ribu peserta pada 2025 menunjukkan sekitar 98,5 persen mengalami peningkatan kompetensi teknis, lebih dari 84 persen merasa puas terhadap program, dan sekitar 30 persen memperoleh penawaran pekerjaan setelah menyelesaikan magang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa magang yang dirancang secara serius dapat menjadi jalur transisi yang efektif menuju dunia kerja.

Baca juga: Mahasiswa Untag Surabaya dapat apresiasi dari perusahaan Jepang


Ekosistem talenta

Hal yang membuat BRIGHT memiliki nilai strategis adalah orientasinya yang tidak berhenti pada penempatan mahasiswa. BRIDA telah merancang pengembangan menuju BRIGHT 2.0 dengan memperluas lokasi magang hingga tingkat kelurahan, komunitas masyarakat, kelompok usaha warga, dan berbagai ruang sosial lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa inovasi daerah tidak selalu lahir dari laboratorium besar. Banyak persoalan perkotaan justru membutuhkan solusi yang berasal dari lingkungan masyarakat.

Ketika mahasiswa ditempatkan langsung di wilayah yang menghadapi persoalan nyata, proses belajar tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang aplikatif.

Hubungan antara riset, magang, dan inovasi sebenarnya telah mulai dibangun BRIDA. Platform BRIGHT juga dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi penelitian yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.

Bahkan, sejumlah inovasi hasil mahasiswa magang telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual sebagai bekal meningkatkan daya saing lulusan.

Model seperti ini menunjukkan bahwa magang dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih luas. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata, pemerintah mendapatkan solusi berbasis riset, sementara masyarakat merasakan dampak dari inovasi yang dikembangkan bersama.

Surabaya sebelumnya juga memperkuat akses pendidikan melalui program Beasiswa Pemuda Tangguh yang membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketika bantuan pendidikan dipadukan dengan sistem magang yang lebih berkualitas, pemerintah daerah tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan kuliah, tetapi juga mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang lebih matang.

Baca juga: ITS bagikan jurus dukung program magang mahasiswa bersertifikat


Menuju masa depan

Indonesia tengah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, magang tidak boleh lagi dipandang sebagai aktivitas pelengkap pendidikan tinggi. Magang harus menjadi ruang pembelajaran yang menghasilkan pengalaman profesional, jejaring kerja, serta kemampuan memecahkan persoalan nyata.

Karena itu, inovasi seperti BRIGHT layak dikembangkan lebih jauh. Integrasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, hingga komunitas masyarakat akan memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman yang benar-benar relevan.

Sistem evaluasi berbasis capaian kompetensi, pendampingan mentor yang konsisten, serta pemanfaatan data untuk memetakan kebutuhan tenaga terampil juga perlu terus diperkuat.

Lebih jauh lagi, platform seperti BRIGHT berpotensi menjadi model bagi daerah lain. Setiap pemerintah daerah memiliki kebutuhan pembangunan yang berbeda, mulai dari pengelolaan lingkungan, pelayanan publik, transformasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi apabila ditempatkan pada ruang yang tepat dengan tugas yang jelas.

Ukuran keberhasilan sebuah program magang bukanlah berapa banyak mahasiswa yang diterima, melainkan berapa banyak pengalaman bermakna yang mereka bawa ketika kembali ke kampus dan memasuki dunia kerja.

Ketika kompetensi dipertemukan dengan kebutuhan secara tepat, magang tidak lagi sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi jembatan yang mempercepat lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Baca juga: Menaker: Magang Nasional permudah industri dapatkan SDM siap kerja

Baca juga: Program Magang Nasional tingkatkan kompetensi 98,5 persen peserta

Baca juga: Bakom: Program Magang Nasional komitmen tingkatkan pengembangan SDM


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga dan Rekan Korban Tewas dalam Bentrokan Ramai-ramai Datangi Polsek Menteng
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Inilah Doa Terbaik yang Harus Dipanjatkan kepada Allah SWT, Menurut Sufi Terkemuka 
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sebanyak 656 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Tipitaka Chanting di Kawasan Candi Borobudur
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Google.org Hibahkan USD 1,5 Juta untuk Perkuat Perdagangan Digital ION
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Marketing Beauty Brand Paling Unik
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.