JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah dan puing di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di samping Taman Hutan Kota Penjaringan, hingga kini belum juga dibersihkan.
Lokasi yang sebelumnya merupakan ruang terbuka hijau (RTH) itu kini dipenuhi sampah yang menimbulkan bau menyengat dan dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari hingga diduga berdampak pada kesehatan.
Aing (55), salah seorang warga sekitar, mengatakan kawasan tersebut dulunya merupakan jalur hijau yang rindang sebelum berubah menjadi lokasi penumpukan sampah.
"(Dulu) jalur hijau, taman semua itu. Waktu itu bener-bener bagus bener, hijau. Kayak ada hawanya gitu, malah diuruk," ungkap Aing saat ditemui Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Sudah lima bulan belum dibersihkan
Menurut Aing, tumpukan sampah mulai menjadi persoalan sekitar lima bulan lalu.
Saat itu, warga sempat mendengar janji bahwa sampah akan segera diangkut. Namun hingga kini, tumpukan sampah masih belum juga dibersihkan.
"Dari udah berapa bulan ya, waktu gubernur bilang satu dua hari mau angkut habis. Sampai sekarang aja belum habis. Sampai sekarang udah lima bulanan ada kali," tutur dia.
Aing mengatakan, sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat bau yang ditimbulkan.
"Iya ada (dampak kesehatan bagi warga), batuk-batuk, kesehatannya, alergi itu. Pada tiba-tiba alergi," jelas dia.
Baca juga: DLH DKI Targetkan Tumpukan Sampah di Samping Hutan Kota Penjaringan Tuntas 45 Hari
Keluhan serupa disampaikan Aldi Anggara, pengelola Apartemen Teluk Intan.
Menurut dia, bau sampah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak.
"Waduh, dampaknya sih menurut saya luar biasa buruk sekali. Buat warga kita juga, buat pengelola juga, karena kan sampah ini terlalu bau. Dan juga nggak baik juga buat kesehatan. Di sini kan banyak anak kecil, bayi, gitu," ungkap dia saat diwawancarai Kompas.com, Jumat.
Aldi memperkirakan sedikitnya 1.000 warga terdampak bau menyengat dari lokasi tersebut.
"Jangankan di apartemen karena warga sekitar sini juga kena dampaknya. Kebetulan saya juga kan tinggal di daerah sini. Itu juga sama kena dampaknya," tutur dia.