Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan sejak akhir pekan lalu.
IDXChannel - Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan sejak akhir pekan lalu.
Dilansir dari Al Arabiya pada Senin (27/7/2026), Iran menolak rute alternatif yang dibuka AS di Selat Hormuz.
Menurut sejumlah sumber, Teheran siap memulai kembali pembicaraan dengan Washington. Namun, Iran ingin menyelesaikan status Selat Hormuz terlebih dahulu sebelum berlanjut ke isu lainnya.
Gencatan senjata antara Iran dan AS kolaps awal bulan ini akibat perbedaan interpretasi mengenai status Selat Hormuz. Teheran menyatakan sebagai satu-satunya pemegang kendali di jalur maritim penting itu, sementara AS berupaya membuka rute alternatif di perairan tersebut.
Menurut para sumber, Iran ingin membicarakan pencabutan sanksi terhadapnya oleh Barat setelah status Selat Hormuz diselesaikan. Isu nuklir baru akan dibicarakan di tahap terakhir.
Akhir pekan ini, AS menghentikan serangan terhadap Iran yang telah berlansung sekitar dua minggu. Pada saat yang sama, diskusi antara Oman dan Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tampaknya bergerak ke arah yang positif, meskipun negosiasi lebih lanjut masih diperlukan.
Perang antara Iran dan AS-Israel melumpuhkan Selat Hormuz sejak Februari. Dalam situasi normal, perairan yang berada di antara Iran dan Oman itu dilintasi seperlima ekspor minyak global.
Harga minyak sempat naik tajam dan kembali menembus USD100 per barel pekan lalu, sebelum Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan serangan terhadap Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)





