Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Perikanan Sulsel, 200 Petambak Tebus 94,2 Ton Pupuk Bersubsidi

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungannya terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan di Sulawesi Selatan melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang digelar di Kabupaten Maros, Barru, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 22–23 Juli 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan pupuk bersubsidi di sektor perikanan sekaligus memberikan edukasi kepada petambak mengenai mekanisme penyaluran dan tata kelola pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.

Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), Tri Wahyudi Saleh, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petambak sekaligus mempercepat penebusan pupuk agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan hasil budidaya.

“Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh, PUD, PPTS, hingga kelompok pembudidaya ikan agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan sesuai prinsip,” ujar Tri Wahyudi.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan karena pemerintah mulai menetapkan alokasi pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan.

Keberhasilan program tersebut, kata dia, sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak agar penyaluran pupuk berjalan tepat sasaran.

Pupuk Indonesia juga berkomitmen memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh petambak yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Pupuk bersubsidi sektor perikanan diperuntukkan bagi pembudidaya yang tergabung dalam kelompok dan telah terdaftar dalam sistem elektronik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patin.

Dalam kegiatan tersebut, Pupuk Indonesia bersama pemerintah daerah, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh perikanan, serta kelompok petambak memberikan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, persyaratan penerima, hingga tata cara transaksi melalui aplikasi i-Pubers di kios resmi.

Usai sesi rembuk, para petambak langsung melakukan penebusan pupuk bersubsidi melalui kegiatan Tebus Bersama.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk bahu-membahu mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7 tepat, yakni tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, mutu, dan sasaran,” kata Tri Wahyudi.

Selama pelaksanaan kegiatan di tiga kabupaten tersebut, sekitar 200 petambak mengikuti program Tebus Bersama dengan total realisasi penebusan mencapai 94,2 ton pupuk bersubsidi. Jumlah tersebut terdiri atas 49,5 ton Urea, 15,8 ton Petroganik, dan 28,8 ton SP-36.

Pupuk Indonesia berharap percepatan penebusan pupuk ini dapat meningkatkan produktivitas budidaya perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengapresiasi komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan pelaksanaan Rembuk Petambak.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia terus diperkuat sehingga akses petambak ikan terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Abustan.

Selain memperkuat edukasi kepada petambak, Pupuk Indonesia juga memastikan kesiapan distribusi pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan.

Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan telah mencapai 448.879 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 960.329 ton.

Sementara stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini II dan lini III mencapai 78.098 ton, sehingga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, tata kelola distribusi yang semakin baik, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan para petambak ikan di Sulawesi Selatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri LH Sebut Mangrove Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Hijau Lewat Pasar Karbon
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Harga Minyak Jatuh Lebih dari 5 Persen, Trump Hentikan Sementara Serangan ke Iran
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemda dan industri sepakat optimalkan serapan tembakau dari petani
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Dalami Sosok Sutrimo yang Tewas di Kebayoran Baru
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Jenazah Jubir Otoritas IKN Troy Pantouw Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Besok
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.