Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga 29 Juli 2026

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 27 hingga 29 Juli 2026. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam rilis resmi yang diterima pada Senin, 27 Juli 2026.

Abdul mengungkapkan beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Wilayah itu meliputi Indonesia bagian barat hingga timur. Berikut rincian potensi hujan hingga 29 Juli 2026: Indonesia Bagian Barat

  • Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau.

Indonesia Bagian Tengah - Timur
  • Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Adapun wilayah lainnya yang juga didominasi akan mengalami curah hujan dengan kategori rendah pada Dasarian III Juli 2026 (21–30 Juli 2026) meliputi: Pulau Sumatra Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat Pulau Kalimantan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur Pulau Sulawesi, Maluku, Papua Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Baca Juga :

Siklon Tropis Noul Terdeteksi di Laut Filipina, Ini Wilayah Indonesia Terdampak Hujan Lebat dan Angin Kencang
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," pesan Abdul.

Jika wilayah tempat tinggal dilanda hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih satu jam dan membatasi jarak pandang, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dapat segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar mewaspadai tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, pohon atau tiang yang mulai miring, serta suara gemuruh dari arah lereng.

"Apabila kondisi membahayakan, masyarakat diimbau segera melakukan evakuasi dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun petugas di lapangan," ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Cecar Kadisdik soal Sekolah Rusak: Jangan Sampai Nanti Ada Pernyataan Baru Tahu
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Bukan Sekadar Pameran, PRO AVL 2026 Jadi Destinasi Pecinta Musik!
• 7 jam laluherstory.co.id
thumb
Ekonom Nilai Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI Jaga Kepercayaan Pasar
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Qatar Buka Kembali Jalur Pelayaran di Tengah Meredanya Konflik AS-Iran
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.