Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan pihaknya selalu berpihak kepada para nelayan yang telah bekerja keras menjaga pangan. Zulhas menyiapkan 2.000 kampung nelayan tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Zulhas dalam sambutannya di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII hari kedua yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dikutip Senin (27/7/2026). Zulhas mulanya mengatakan tanpa sadar menggebu-gebu bicara mengenai nelayan di hadapan para ulama. Momen sambutan Zulhas pun diunggah di akun Instagram resmi miliknya.
"Tanpa sadar, saya sampai menggebu-gebu bicara di hadapan para ulama di Kongres Umat Islam Indonesia VIII. Sebab kalau bicara nelayan, saya selalu merasa kita harus berbuat lebih. Mereka bekerja keras di laut, menjaga pangan kita, tetapi kesejahteraannya masih harus terus kita perjuangkan," kata Zulhas.
Dalam sambutannya, Zulhas menerangkan keberpihakan kepada nelayan harus dilakukan tanpa tawar menawar sebagaimana kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Zulhas mengatakan nelayan harus dibantu agar sejahtera.
"Kebijakan Pak Prabowo nelayan harus berpihak dulu untuk nelayan nggak boleh tawar-tawar, boros apa, masa membantu nelayan-nelayan Indonesia dibilang boros, yang dicuri tambang-tambang itu produksi 1.000 ton ngaku 500 ton itu dong yang boros, itu yang dikejar," kata Zulhas.
Zulhas mengungkap pihaknya akan menyiapkan 2.000 kampung nelayan. Tak hanya itu, 40.000 desa tematik untuk ikan juga akan dibangun dengan anggaran 1 desa 1,2 juta.
"Oleh karena itu, kebijakannya saya tahun ini sama tahun depan, kita akan bikin 2.000 Kampung Nelayan. Mulai tahun ini kita akan bangun 40.000 desa tematik untuk ikan, 40.000 desa, satu desa anggarannya 1,2 juta Bapak-bapak ini yang kita perjuangkan," tutur Zulhas.
Lebih lanjut, Zulhas mengatakan nelayan di Indonesia harus naik kelas. Ketua Umum PAN ini mengatakan fasilitas dan produktivitas akan ditingkatkan agar para nelayan sejahtera.
"Nelayan kita harus naik kelas. Kampung Nelayan Merah Putih kita bangun, fasilitas kita perbaiki, produktivitas kita tingkatkan. Laut Indonesia begitu kaya. Nelayan yang menjaganya juga harus sejahtera," ujarnya.
(whn/imk)





