VIVA – Kondisi terkini di Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, telah kembali kondusif setelah bentrokan antar kelompok yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026. Insiden yang sempat memicu kepanikan warga tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan seorang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan aktivitas masyarakat sudah berlangsung normal. Sejumlah warga tampak kembali beraktivitas seperti biasa, sementara arus lalu lintas di kawasan Matraman dan Jalan Tambak juga berangsur lancar. Meski demikian, aparat kepolisian masih disiagakan di beberapa titik untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.
Kehadiran personel kepolisian terlihat di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan. Langkah pengamanan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman.
Informasi mengenai kondisi terkini di lokasi juga disampaikan melalui media sosial. Salah satu akun di platform X yang mengunggah video situasi telah terkendali dan meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Situasi Matraman sudah kembali kondusif dan dijaga aparat. Mari percayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib," cuit akun @RA_leather di X, dikutip Senin 27 Juli 2026.
Unggahan tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar.
"Yuk, kita jaga persaudaraan. Apa pun suku dan asal kita, mari saling menghormati, saling membantu, dan hidup berdampingan dengan damai sebagai sesama warga Jakarta," pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat masih terus mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan bentrokan maut tersebut. Polisi juga meluruskan informasi yang sempat ramai beredar di media sosial terkait penyebab awal keributan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan dipicu persoalan tidak membayar nasi uduk sebagaimana isu yang sempat viral. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan bermula ketika dua orang pengendara sepeda motor melintas sambil menggeber-geber kendaraannya di dekat lapak pedagang nasi uduk sehingga menimbulkan suara bising yang mengganggu warga.





