Menyikap Sisi Liar Banyuwangi di Balik Derasnya Jalur Glenmore Rafting

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kalau anda pikir arung jeram adalah oleharaga ekstrem yang hanya dikhususkan bagi pecinta alam berotot kawat. Glenmore Rafting siap menertawakan asumsi tersebut. Dengan tangan gemetar memegang dayung dan jantung yang bredebar tak karuan di atas perahu karet saya justru menemukan diri saya tertawa lepas di tengah jeram. Mari saya ceritakan bagaimana kegiatan Glenmore Raafting ini sukses mengubah rasa panik setengah mati menjadi sebuah kecanduan yang sangat menyenangkan.

Mungkin anda sempat membatin saat membaca judulnya "kok namanya kebarat-baratan banget untuk ukuran kecamatan di ujung timur jawa?" ternyata nama Glenmore ini memang bukan sekedar gaya gayaan. ada jejak kolonial di baliknya tepatnya sejak tahun 1910 ketika kawasan ini menjadi area perkebunan peninggalan penguasa inggris. Mengingat BANYUWANGI BAGUS +3 dalam keberagaman destinasi ataupun unsur sejarah seperti ini jelas membuat pesonannya makin berlapis. Saat saya yang jalan keliling kompleks saja sudah ngos-ngosan nekat untuk menembus jalan lintas selatan yang sangat panjang rasanya sedikit bangga karena bisa survival di tanah bekas perkebunan Eropa klasik walau dengan kondisi basah kuyup berantakan.

Sejak resmi dibuka pada 20 juli 2016. aliran sungai kalitakir yang dulunya mungkin hanya sungai tempat air lewat sukses disulap menjadi arena uji nyali bernama Glenmore Rafting (dikenal juga sebagai G-Raft). Arena ini Bermula dari sekadar hobi bernama Mas Alfan bersama teman-temannya.

Sungai kalitakir sendiri punya karakter yang mengintimidasi tapi bikin penasaran lebar,berbatu besar, dan berkelok lincah. Alirannya terasa begitu segar karena merupakan titik temu dari kaki Gunung Raung dan Gunung kumitir.

Untuk kaum rebahan dan amatiran olahraga seperti saya khususnya di olahraga arum jeram anda tidak perlu buru buru mundur teratur. Secara teknis tingkat kesulitan sungai ini berada pada Grade 3. Level ini masih sangat aman dan bisa dinikmati oleh pemula yang hanya ingin sekadar teriak teriak melepas penat walau kadang arusnya bisa meningkat brutal menjadi Grade 5 jika hujan deras mengguur hulu.

Begitu aba aba "Maju!" dari pemandu di teriakkan perahu karet kami mulai meluncur membelah lairan Sungai Kalitakir. Cipratan air sedingin es dari pegunungan langsung menampar wajah tanpa permisi. Jujur saja sebagi orang yang memiliki otot lengan yang terbiasa digunakan untuk scroll media sosial ketimbang mendayung cengkraman tangan saya di tali perahu rasanya sudah sekuat tenaga dalam.

Sensasi sesungguhanya meledak saat perahu kami menghantam jeram pertama. Begitu haluan perahu terangkat oleh ombak sungai lalu menukik tajam reaksi saya di luar kendali. Di detik yang sama saya tertawa kegirangan namun juga sedikit menjerit ketakutan. Olengnya perahu suskes memicu adrenalin absurd sebuah perbaduan antara rasa takut jatuh ke air dengan rasa bahagia. Ternyata melepas kendali dan membiarkan diri diombang ambing alam sangat melegakan dan memberikan sensasi senang.

Dari beberapa jeram yang kami lewati ada satu momen dimana adrenalin benar benar dipaksa menebus ubun-ubun. kami memasuki area jeram yang dipenuhi bebatuan gede. arus begolak liar " goyang goyang maju kanan kiri!" teriak sang pemandu memecah gemuruh air. perahu kami meliuk patah paath menabrak arus deras dan BAM! lambung perahu memantul keras bergesekan dengan batu raksasa. Guncangannya luar biasa. Rasanya seperti sedang naik Rollercoaster tapi tanpa sabuk pengaman dan dengan plot tiwst basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Di tengah kekacauan yang penuh tawa itu terjadilah momen blunder epik yang akan terus menjadi bahan roasting di grup WhatsApp kami. saat perahu kami menukik di salah satu kelokan tajam salah satu teman saya yang duduk di pinggir kehilangan keseimbangan. Terlambat berpegangan ia pun sukses byur! nyemplung sungai.

Kepanikan sempat melanda selama sepersekian detik. Kami pikir ini akan jadi adegan dramatis ala film survival.

Namun, saat melihat kepalanya menyembul ke permukaan lengkap dengan ekspresi wajah linglung dan pelampung yang membuatnya mengambang sempurna kepanikan kami seketika berubah menjadi tawa meledak yang tak beradab. dengan susah payah menahan tawa kam menariknya kembali ke atas perahu layaknya menarik karung beras basah. Momen memalukan (sekaligus melegakan) itu justru menjadi puncak keseruan kami hari itu. Pada akhirnya nyemplung ke sungai ternyata bukan akhir dunia melainkan bagian dari kemewahan menikmati Glenmore Rafting.

Nggak perlu pusing bawa peralatan sendiri dari rumah helm,pelampung,standar keselamatan, sampai dayung sudah disiapkan pengelola. Tugas Anda cukup membawa badan, Mental dan baju ganti. Fasilitas penunjangnya terbilang komplit. Ada pemandu profesional di setiap perahu transportasi lokal dari basecamp menuju titik peluncuran, hingga ruang bilas yang bersih untuk membasuh diri setelah basah-basahan.

Paketnya cukup fleksibel pilihan paket bervariasi mulai dair puluhn ribu untuk aktivitas santai/ wisata penerta, hingga sekitar Rp195.000-Rp500.000 per orang untuk paket arung jeram utama (umumnya minimal 5 orang per rombongan). (Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung jarak rute dan fasilitas tambahan jadi pastikan mengecek kembali ke pengelola).

Buka setiap hari dengan puncak kunjungan pada akhir pekan. Pemesanan sangat disarankan dilakukan jauh-jauh hari melalui WhatsApp yang kontak resminya tertera di bio instgram maupun tiktok mereka.

Pada akhirnya hidup memang terlalu singkat jika hanya dihabiskan dengan memelototi layar laptop atau mengeluhkan tumpukan pekerjaan yang tidak ada habiskan. Glenmore Rafting hadir bukan sekedar sebagai tempat wisata air melainkan tempat di mana Anda bisa mereset pikiran tertawa lepas tanpa beban, dan merasakan kehangatan keberssamaan di tengah asrinya alam Banyuwangi.

Kalau anda butuh alasan kuat untuk kabur sejenak dari rutinitas, Glenmore Raftring adalah jawabannya.

Jadi, kapan giliran Anda basah kuyup, menabrak batu, dan tertawa bahagia di Glenmore Rafting?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi Bupati Rejang Lebong Merembet ke Pemkot Bengkulu
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Sugiono Bertemu Menlu Korsel di Manila, Bahas Investasi hingga Situasi Iran
• 23 jam laludetik.com
thumb
Mengapa IHSG Langsung Melemah ke 6.180 Setelah Gubernur BI Mundur?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Ze Gomes sebut Madura United belum dalam kondisi maksimal
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Warga Parappa Keluhkan Bau Tak Sedap Dapur SPPG Sinar Jaya Reski di Sanrobone
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.